Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 20:02 WIB

Nominator Cawapres

Untung Rugi Jokowi Pilih Cak Imin atau Mahfud MD

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 9 Juli 2018 | 17:11 WIB

Berita Terkait

Untung Rugi Jokowi Pilih Cak Imin atau Mahfud MD
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Joko Widodo memastikan telah mengantongi calon wakil presiden untuk maju dalam Pilpres 2019 mendatang. Belum diketahui siapa cawapres yang telah dipilih Jokowi. Setidaknya sejumlah nama yang muncul di antaranya Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD. Apa untung rugi dari dua tokoh ini?

Nama Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD beredar di publik sebagai nominator Cawapres Jokowi. Dua tokoh yang pernah satu biduk di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini merupakan nominator yang berpeluang untuk dipilih menjadi cawapres Jokowi. Bagaimana peluang dua tokoh NU itu?

Muhaimin Iskandar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PKB dan Wakil Ketua MPR. Sepak terjang Muhaimin di pentas politik nasional nyaris paripurna. Jabatan tertinggi di parlemen pernah ia raih, di antaranya menjadi Wakil Ketua DPR di usia termuda dalam sejarah parlemen, 32 tahun. Jabatan di eksekutif pun pernah ia sandang yakni sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di era Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II era Presiden SBY.

Ikhtiar politik Muhaimin untuk menjadi Cawapres Jokowi tampak maksimal. Pendirian posko Join (Jokowi-Cak Imin) telah berdiri di sejumlah daerah di seluruh Indonesia. Di poin ini menjadi kekuatan Muhaimin untuk dipilih Jokowi sebagai cawapresnya. Jejaring relawan Join telah terbangun dengan merata di seluruh Indonesia. Setidaknya, kerja untuk sosialisasi duet Jokowi-Muhaimin tidak dari nol.

Latar belakang sebagai aktivis NU juga menjadi kekuatan Muhaimin. Pengalaman pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB PMII menjadikan Muhaimin tuntas dalam pergerakan aktivisme mahasiswa. Muhaimin yang merupakan trah darah biru NU yakni cucu KH Bisri Syansuri juga menjadi modal untuk menggaet pemilih berlatar belakang Nahdlatul Ulama.

Jika dideskripsikan secara singkat sosok Muhaimin Iskandar merupakan pimpinan partai politik dengan modal sekira 10% merujuk Pemilu 2014 lalu, berlatar belakang NU, berpengalaman di legislatif dan eksekutif. Dalam konteks kebutuhan politik Jokowi saat ini, Muhaimin dapat menjadi perajut komunikasi dengan kelompok Islam yang masih belum memberikan dukungan ke Jokowi.

Upaya tersebut tampak telah dilakukan oleh Muhaimin dengan melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh seperti Bachtiar Nasir termasuk mantan aktivis HTI Ismail Yusanto. Muhaimin tampak lihai dalam merajut komunikasi dengan sejumlah pihak di luar NU. Khusus untuk NU, PBNU melalui Said Aqil Siradj telah memberi dukungan atas majunya Muhaimin untuk menjadi Cawapres Jokowi.

Sementara figur Mahfud MD juga tak kalah menarik. Pengalaman di tiga cabang kekuasaan trias politica menjadi kekuatan putera Madura ini. Ia pernah menjadi anggota DPR, hakim di Mahkamah Konstitusi dan Menteri Pertahanan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Selain itu, Mahfud juga merupakan guru besar hukum tata negara dari Universitas Islam Indonesia (UII). Di poin ini, Mahfud masuk kategori cawapres yang berlatarbelakang teknokrat. Pengetahuannya di bidang hukum tata negara tentu dapat memiliki kontribusi yang signifikan bagi jalannya pemerintahan Jokowi untuk periode kali keduanya.

Latar belakang aktivis HMI yang dimiliki Mahfud bisa saja menjadi keunggulan bagi mantan Ketua MK ini. Setidaknya, aktivis HMI dapat memiliki patron alumninya yang maju dalam Pilpres Penyebaran kader HMI di berbagai daerah dan sektor profesi dapat menjadi keunggulan tersendiri yang dimiliki Mahfud.

Selain itu, latar belakang sebagai warga NU juga modal penting bagi Mahfud. Saat ini, ia menjadi Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU). Apalagi, Mahfud juga memiliki kedekatan secara personal dengan sejumlah kiai NU yang memiliki pengaruh kuat di akar rumput.

Satu kelemahan Mahfud ia tidak memiliki latar belakang partai politik. Meski bisa saja, ini juga menjadi kekuatan Mahfud. Setidaknya upaya sejumlah pimpinan partai politik yang ingin mendampingi Jokowi justru akan menyulitkan Jokowi. Pilihan figur non partai politik dapat menjadi jalan tengah bagi Jokowi.

Figur Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD memiliki irisan yang sama yakni sama-sama latar belakang nahdliyin, aktivis mahasiswa serta memiliki pengalaman yang unggul di bidangnya. Perbedaannya, Mahfud sosok teknokrat sedangkan Muhaimin politisi murni. Jokowi tentu dapat berhitung untung rugi dari latar belakang dan jejak rekam kedua tokoh ini.

Komentar

x