Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 16:51 WIB

KPK Tahan Dua Eks Anggota DPRD Sumut

Oleh : Ivan Setyadhi | Senin, 9 Juli 2018 | 17:02 WIB

Berita Terkait

KPK Tahan Dua Eks Anggota DPRD Sumut
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua mantan Anggota DPRD Sumatera Utara atas dugaan kasus suap dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Mereka masing-masing adalah Helmiati (HEL) dan Muslim Simbolon (MSI).

"Para tersangka ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Pomdam Jaya Guntur (MSI) dan Rutan Pondok Bambu (HEL)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (9/7/2018).

Kepada wartawan saat ditanya perihal penahanannya, Muslim mengaku pasrah. Dia juga meminta maaf atas praktik suap yang dilakukannya.

"Saya menghormati proses hukum yang dilaksanakan kpk. Saya mohon maaf maaf pada keluarga besar saya, masyarakat Sumut yang telah mengamanahkan jabatan sebagai anggota DPRD dua periode," ucapnya sesaat sebelum digiring menuju mobil tahanan.

Muslim juga akan menerima keputusan majelis hakim pada vonisnya kelak.

Sementara itu sikap berbeda ditunjukkan Helmiati. Saat digiring mengenakan rompi oranye, Helmiati tak bersuara saat ditanya wartawan. Bahkan, Helmi sibuk menutupi wajahnya dengan tas saat disorot lampu kamera wartawan.

Hingga masuk ke dalam mobil tahanan, tak ada satu katapun yang diucapkan Helmi.

Muslim dan Helmi menjadi tersangka ke-7 yang ditahan KPK dalam kasus ini. Dalam catatan KPK, masih ada 31 tersangka lagi dari oknum DPRD Sumut yang masih menunggu jatah pemanggilan dan penahanan.

KPK sebelumnya menetapkan 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis dan M Yusuf Siregar.

Kemudian, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe dan Dermawan Sembiring.

Lalu, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Dalam kasus ini, ke-38 legislator itu diduga kuat telah menerima suap dari Gatot Pujo Nugroho. Atas dugaan itu, mereka dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. [ton]

Komentar

x