Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Juli 2018 | 09:25 WIB
 

CT-SMI Dinilai tak Mampu Tutup Titik Lemah Jokowi

Oleh : Happy Karundeng | Senin, 9 Juli 2018 | 08:01 WIB
CT-SMI Dinilai tak Mampu Tutup Titik Lemah Jokowi
Sri Mulyani Idrawati dan Chairul Tandjung (CT) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Politikus Partai Golkar Indra Bambang Utoyo mengatakan pada pada dasarnya tidak ada yang bisa prediksi apa yang jadi keinginan Joko Widodo saat menghadapi Pilpres 2019. Khususnya terkait siapa yang bisa mendampinginya.

"Wah mana bisa kita menebak apa yang dinginkan Pak Jokowi. Rasanya pak Jokowi akan memilih wakil yang kira-kira bisa membantu beliau di titik lemahnya," katanya kepada INILAHCOM, Minggu (8/7/2018).

Ia menjelaskan, pandangan orang ketiga atau para pengamat dan tokoh memang menyebutkan salah satu titik lemah Jokowi adalah komunikasi dengan kalangan atau kelompok agama tertentu. Nama Chairul Tandjung (CT) dan Sri Mulyani Idrawati (SMI) belum tentu bisa menutup celah itu.

"Banyak analisa di media dari pengamat dan tokoh yang menyatakan salah satu titik lemah adalah komunikasi dengan kelompok Islam. Bila lihat SMI dan CT, kan dua-duanya profesional bidang ekonomi," ulasnya.


Ia pun mengaskan, hingga saat ini tidak ada nama lain yang masuk dalam perbincangan Partai Golkar sebagai pendamping Jokowi. Seluruh kader disebut hanya menginginkan satu nama, Sang Ketua Umum Airlangga Hartarto (AH).

"Di daftar kami ya cuma ada 1 nama, Airlangga Hartarto. Jangan tanya sama saya, kan semua kader Golkar mau ketua umumnya yang jadi cawapres. Tidak ada yang lebih baik dari AH. Dia ketua umum kami," tandasnya.

Diketahui, pesta demokrasi Pemilihan Presiden 2019 sudah didepan mata. Komisi Pemilihan Umum akan membuka pendaftaran pasangan capres dan cawapres Pilpres 2019 pada 4 hingga 10 Agustus 2018. Penetapan capres dan cawapres Pilpres 2019 akan dilakukan pada 20 September 2018. Tiga hari kemudian, pada 23 September 2018, akan digelar kampanye Pileg dan Pilpres 2019.

Spekulasi nama pendamping Jokowi pun mulai beredar luar. Dua nama yang disebut-sebut berpeluang kuat jadi pendamping Jokowi adalah Chairul Tandjung (CT) dan Sri Mulyani Indrawati (SMI).

Presiden Joko Widodo sendiri menyatakan sudah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya maju dalam Pilpres 2019. Pernyataan itu dia sampaikan usai menutup acara Rembug Nasional Aktivis 98 di JI-Expo Kemayoran Jakarta, Sabtu 7 Juli 2018.

"Sudah ada, tinggal diumumkan. Tunggu. Ini kan tinggal menunggu berapa hari, masak tidak sabar," katanya.

Februari 2018 lalu, secara resmi PDIP mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden Periode 2019-2024. Sejumlah partai politik juga sebelumnya telah secara jelas menyatakan dukungannya kepada Jokowi untuk maju dalam Pilpres 2019.

Deklarasi pengusungan Jokowi sebagai calon presiden berlangsung dalam Rapat Kerja Nasional PDIP di Hotel Grand Inna Beach Sanur, Bali pada 23 Februari 2018.

Pada Pilpres 2019, Jokowi sampai saat ini telah diusung delapan partai politik yaitu Partai Nasional Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Golkar, PPP, dan Partai Hanura. Berikutnya, tiga partai politik lain memberi dukungna yati Perindo, PKPI, serta PDIP. [hpy]

Komentar

x