Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 04:53 WIB

Bom Pasuruan Awalnya Direncanakan untuk Serang TPS

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Sabtu, 7 Juli 2018 | 11:37 WIB

Berita Terkait

Bom Pasuruan Awalnya Direncanakan untuk Serang TPS
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bom ikan atau bondet yang meledak di rumah terduga teroris Anwardi adalah bom yang sudah dipersiapkan untuk menyerang TPS-TPS saat Pilkada Serentak 27 Juni 2018 lalu.

"Hasil dari penyidikan kita bahwa itu adalah ledakan kecil, bukan ledakan besar dan jangan disamakan dengan kasus (bom) Surabaya, ledakan kecil dan dari hasil forensik itu adalah low explosive," kata Tito, Sabtu (7/7/2018).

"Kelompok ini digunakan untuk menyerang TPS-TPS pada saat Pilkada tapi karena memang kita melakukan operasi besar 138 orang (terduga teroris) tertangkap ya setelah Bom Surabaya kemudian kita melakukan pengejaran-pengejaran, tekanan-tekanan ini membuat kelompok-kelompok ini menjadi ragu-ragu (menyerang)" imbuhnya.

Tito menambahkan pascateror bom Surabaya, 138 terduga teroris yang diamankan membuat kelompok-kelompok teror ragu untuk menyerang. Sementara bom di rumah Anwardi meledak karena dimainkan oleh putranya yang berusia 6 tahun.

"Jadi rencana yang kelompok yang bernama Abdullah ini dia (merencanakan) untuk melakukan serangan (ke TPS) tapi nggak jadi," terang Tito.

"Akhirnya nggak jadi produknya bom ini karena sedang di main-mainkan oleh anaknya meledak, anaknya luka, istrinya ini sudah ditangkap, anaknya masuk rumah sakit, bapaknya enggak tanggung jawab, pengecut, lari harusnya tanggung jawab kepada anaknya itu," sambung Tito.

Sebelumnya, bom meledak di sebuah rumah kontrakan di desa Gempeng, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018) yang ditempati Anwardi, Istrinya dan anaknya.

Istri Anwardi sudah diamankan dan anaknya terluka yang berusia 6 tahun. Sementara Anwardi kabur dan hingga kini masih terus diburu. [ton]

Komentar

Embed Widget
x