Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:50 WIB

Lokasi Bom Pasuruan Dikenal Kampung Janda

Sabtu, 7 Juli 2018 | 10:32 WIB

Berita Terkait

Lokasi Bom Pasuruan Dikenal Kampung Janda
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Sidoarjo - Dina Rohana isteri Abdullah Anwar pemilik bom yang meledak di rumah kontrakannya di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan masih terus diperiksa oleh Densus 88 di Mapolda Jatim.

Pemeriksaan termasuk untuk mengungkap tempat persembunyian suaminya yang masih buron.

Dina Rohana yang sempat disebutkan kelahiran Sidoarjo, sepertinya tidak benar. Sejak kecil, Diana ikut sama ibunya yang tinggal di Perumahan Arbain RT 07/01 Kelurahan Gempeng Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan atau terkenal dengan sebutan Kampung Janda.

Dina Rohana tinggal bersama ibu dan ratusan janda lainnya yang menempati sekitar 40 (arbain) rumah dalam perumahan yang dikonsep seperti panti untuk menampung janda-janda yang kurang mampu dan dididik agama untuk menjalani hidup secara baik.

Disebut Kampung Janda karena penghuninya khusus para janda yang tidak mampu. Bangunan ini milik perorangan yang diwakafkan untuk membantu kaum janda dan anak yatim," kata Lurah Gempeng Mokh. Ikhwan.

Ikhwan menceritakan, sehari pasca peristiwa ledakan, lurah dan pengurus RT Kampung Janda sibuk menggelar pertemuan dengan aparat setempat untuk koordinasi kamtibmas.

"Seharian ini sibuk pertemuan, kami terkejut ada salah seorang mantan warga kampung terseret masalah karena ulah suaminya," terang Ikhwan.

Ikhwan menambahkan, Dina dibesarkan di lingkungan Kampung Janda. Karena ibunya yang janda tinggal tempat tersebut. Setelah Dina dewasa, kemudian menikah dengan seorang pria asal Surabaya dan keluar dari kampung itu.

"Sesuai aturan yang ada, anak yang sudah dewasa dan memiliki suami tidak boleh lagi tinggal di Kampung Janda," imbuh Ikhwan.

Dalam perkawinan dengan pria asal Surabaya, memiliki seorang anak dan sekarang di pesantren. Sekitar tahun 2014, Dina berpisah dengan suaminya. Lalu, sambung Ikhwan, Dina kembali lagi ke Kampung Janda karena statusnya janda. Maka pengurus perumahan membolehkan Dina tinggal bersama ibunya lagi.

Suprihatin Sekretaris RT 07 Gempeng membenarkan Dina sempat kembali tinggal di Kampung Janda sebelum akhirnya pergi lagi karena menikah siri dengan Abdullah alias Anwardi (50) pemilik bom yang meledak itu.

"Seingat saya tahun 2015 kemudian Mbak Dina menikah lagi dan dibawa suaminya ke Jakarta. Kami semua tidak tahu proses pernikahannya, pokoknya sudah menikah lagi dan keluar dari kampung janda," ujar Suprihatin.

Saat masa hamil tua dengan suami Abdullah, Dina sempat kembali ke orang tuanya di Kampung Janda sampai melahirkan anak dari buah cintanya. Setelah anaknya agak besar, Dina mengikuti suaminya dan terakhir diajak mengontrak di Jalan Pepaya Kelurahan Pogar Kec. Bangil Kab. Pasuruan.

Suprihatin pernah melihat Abdullah saat mengantar belanjaan ibunya, orangnya pendiam. Ia juga tidak mengetahui asal-usul Abdullah. Dari pengamatannya, Dina yang selama ini tampak sibuk mencari nafkah dengan berjualan baju melalui online.

"Mbak Dina rajin berjualan baju, kalau suaminya kerjanya apa saya tidak tahu," tandasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x