Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 08:03 WIB
 

Massa Aksi 67 Tuntut Iwan Bule Dicopot

Oleh : Happy Karundeng | Jumat, 6 Juli 2018 | 18:15 WIB
Massa Aksi 67 Tuntut Iwan Bule Dicopot
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Massa aksi 67 Tegakkan Keadilan selesai megadakan pertemuan dengan perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jumat (6/7).

Saat selesai, perwakilan langsung menemui massa. Dari atas mobil komando, seorang orator menyampaikan apa yang mereka katakan pada Pejabat Kemendagri. Salah satunya adalah soal Komjen Pol M Iriawan atau Iwan Bule yang diangkat jadi Penjabat Gubernur Jawa Barat.

Massa menyayangkan terjadinya hal itu karena menurut mereka yang ideal jadi Penjabat Gubernur Jabar adalah ulama. Sebab, Gubernur Jabar dari tahun 2013 sampai 2018 menurut mereka adalah sosok ulama.

"Kalaupun bukan ulama minimal yang dekat ulama. Kalau tidak direkomendasikan ulama minimal tidak memusuhi ulama. Sekarang saya tanya bapak Komjen M Iriawan memusuhi ulama tidak?," seru Orator disambut persetujuan masa dengan menyerukan M Iriawan musuh ulama.

"Iya (musuhi ulama)," teriak massa.

Iriawan juga dianggap tak pantas jadi PJ Gubernur Jabar lantaran menurut peraturan yang ada apabila masih aktif di Polri hal itu tidak bisa dilakulan. Sehingga, Iriawan dinilai telah menyalahi peraturan karena masih aktif di Polri tapi menduduki posisi PJ Gubernur Jabar.

"Kita juga akan bersikap sama kalau ada TNI gitu. Kita bukan anti kepolsiian, tapi kita gak mau polisi jadi alat kekuasaan," kata dia.

Untuk itu massa mendesak Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo merealisasikan tuntutan mereka mencabut pria yang kerap disapa Iwan Bule itu. Jikalau tidak, massa mengancam akan kembali melakukan aksi serupa.

"Kami menyampailan ke Mendagri agar dalam waktu sesingkat-singkatnya mengganti PJ Gubernur Jawa Barat," katanya lagi.

Dari pantauan, sekitar pukul 17.00 WIB, aksi sendiri berakhir. Massa membubarkan diri dengan tertib dan nampak membersihkan sampah-sampah makanan dan minuman yang mereka konsumsi selama aksi berjalan.

Aksi ini dilakukan untuk menuntut penegakan keadilan. Terutama terkait kasus e-KTP dan menuntut pemecatan Mendagri Tjahjo Kumolo, kasus pjs gubernur Jawa Barat dan menolak SP3 Sukmawati, serta menangkap Victor Laiskodat dan Ade Armando.[jat]

Tags

Komentar

x