Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 September 2018 | 18:51 WIB

Pilkada Serentak 2018

Demokrat Beri Perhatian Khusus untuk Lampung-Papua

Jumat, 6 Juli 2018 | 16:22 WIB

Berita Terkait

Demokrat Beri Perhatian Khusus untuk Lampung-Papua
Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut partainya saat ini tengah memberi perhatian dalam perhitungan suara Pilkada Lampung dan Papua.

Sebab, kata dia, dua daerah itu sesuai laporan yang diterima DPP Partai dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur itu telah terjadi dugaan kecurangan.

"DPP Partai Demokrat menerima langsung dari paslon gubernur-wakil gubernur di sana mengalami hal-hal yang tidak sepatutnya," kata Hinca, Jumat (6/7/2018).

Kecurangan yang terjadi di Lampung, kata dia, berdasarkan laporan telah terjadi perbuatan politik uang yang dilakukan oleh paslon nomor urut tiga Arinal Djunaidi-Chusnuniah. Politik uang tersebut dilakukan dalam berbagai bentuk pemberian kepada masyarakat.

Di antaranya, pemberian uang tunai yang dimasukkan ke dalam amplop dengan besaran mulai Rp50 ribu dan Rp200 ribu. Amplop itu dibagikan kepada masyarakat seluruh desa di provinsi Lampung menjelang hari H pemilihan.

"Dan saat ini Bawaslu Lampung telah menerima laporan politik uang itu," kata Hinca.

Dikonfirmasi hal ini Arinal Djunaidi-Chusnuniah membantah tudingan tersebut. Kuasa hukum paslon nomor urut tiga tersebut, Melisa Anggraini, mengatakan, banyaknya intimidasi kepada beberapa warga di berbagai kabupaten di Lampung untuk mengakui menerima uang dari tim paslon nomor urut tiga.

Sementara, untuk yang di Papua, Hinca Panjaitan mengatakan, DPP Demokrat telah menerima laporan dan bukti-bukti telah terjadi upaya kecurangan yang sangat kasar dan tidak patut pada saat perhitungan rekapitulasi suara di tingkat kabupaten. Ada upaya yang diduga dilakukan oleh paslon lain, dengan cara mengubah hasil perhitungan di tingkat kecamatan/distrik.

"Secara khusus kemarin Kamis tanggal 5 Juli 2018 saat Pleno rekapitulasi di Kabupaten Jaya Wijaya, suara yang telah dihitung di Kecamatan / Distrik dan Berita Acaranya telah ditanda tangani bersama. Namun saat dibuka di Kabupaten, berita acara perhitungan di Kecamatan/Distrik telah dirubah hasilnya dan pasangan Nomor urut 1 Lukas Enembe suaranya dibuat nol dan dipindah ke pasangan nomor urut 2. Perbuatan ini jelas adalah pelanggaran pemilu yang sangat serius karena diduga juga telah memalsukan tanda tangan saksi terutama tanda tangan tim sukses nomor urut 1 Lukas Enembe," katanya.

Dijelaskan juga, bahwa saat ini atas rekapitulasi yang dilakukan oleh DPD PD Papua, dan juga informasi yang didapat dari pihak Kepolisian maupun dari pihak Kodam, bahwa pasangan nomor urut 1 Lukas Enembe, memenangi Pilkada Papua sebesar 64 persen mengalahkan pasangan nomor urut 2 dengan angka 36 persen.

Atas dua peristiwa diatas, DPP Partai Demokrat, meminta dengan serius kepada Badan Pengawas Pemilu agar serius dan cermat serta bersikap profesional dan adil memproses dan menyidangkan laporan politik uang. [ton]

Komentar

x