Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:53 WIB

Tersangka Suap Aceh Ajukan Justice Collabolator

Oleh : Ivan Setyadhi | Jumat, 6 Juli 2018 | 11:38 WIB

Berita Terkait

Tersangka Suap Aceh Ajukan Justice Collabolator
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut satu tersangka kasus dugaan suap dana Otonomi Khusus (Otsus) Provinsi Aceh tahun 2018 mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC).

"Saya dapat informasi juga dari penyidik bahwa ada salah satu pihak, salah satu tersangka yang menyatakan mengajukan diri sebagai JC. Saya kira ini positif," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (6/7/2018).

Febri pun mengingatkan bahwa pengajuan JC harus dilakukan secara serius dan tidak setengah hati. Pasalnya, kata dia, tersangka yang menjadi JC akan mendapat keringanan mulai dari keringanan tuntutan, pemotongan masa tahanan, hingga mendapatkan hak bebas bersyarat setelah melewati 2/3 masa tahanan.

"Memang ada fasilitas yang diberikan aturan hukum terhadap JC. Tapi ada syarat yang harus kami pertimbangkan tentu saja. Jadi kami tunggu saja. Kalau memang serius, silakan sampaikan suratnya ke KPK," ungkapnya.

Meski begitu, Febri enggan menyebutkan siapa tersangka yang mengajukan JC tersebut. Menurut dia, tersangka tersebut sudah mulai menunjukkan sikap kooperatif sehingga nantinya akan menjadi pertimbangan untuk mengabulkan JC.

"Kami akan lihat pertama, apakah yang bersangkutan akan mengakui perbuatannya, yang kedua apakah membuka peran pihak lain secara signifikan atau aktor yang lebih besar, dan yang ketiga, bukan pelaku utama. Kalau pelaku utama tentu kita tidak bisa mengabulkan," jelas Febri.

Sebelumnya salah satu tersangka melalui pengacaranya mengklaim sudah melayangkan permintaan JC ke KPK. Dia adalah Hendri Yuzal, pengusaha ikut terciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Selasa (3/7/2018) lalu,

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat orang tersangka. Diduga sebagai penerima suap yakni Irwandi Yusuf, dan dua orang pengusaha Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. Sedangkan diduga sebagai pemberi adalah Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Ahmadi diduga memberikan uang Rp 500 juta kepada Irwandi. Uang itu merupakan bagian dari Rp 1,5 miliar yang diminta oleh Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA. [ton]

Komentar

Embed Widget
x