Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 00:41 WIB
 

Hanura Sebut Fahri Hamzah Bela Orang Berduit

Oleh : Agus Iriawan | Kamis, 5 Juli 2018 | 11:32 WIB
Hanura Sebut Fahri Hamzah Bela Orang Berduit
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menuding pemerintah Joko Widodo (Jokowi) telah merampas subsidi rakyat dengan sejumlah kenaikan harga BBM jenis tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah menyebut pernyataan Fahri seperti katak dalam tempurung.

"Selama ini kita tahu bahwa Fahri adalah pembela koruptor, tapi kali ini kita juga jadi tahu bahwa dia ternyata juga pembela orang berduit konsumen petramax," kata Inas dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/7/2018).

Padahal, kata Inas, sejak era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun Petramax tidak pernah disubsidi. "Lalu selama ini, sejak periode yang lalu, Fahri Hamzah ngapain aja? Kok seperti katak dalam tempurung gak tau informasi BBM," ujarnya.

Berikut ini perbandingan harga era SBY dengan Jokowi yang perlu dicermati oleh Fahri Hamzah sebelum berbual ngalor ngidul:

PREMIUM

ERA SBY

Pada awal menjabat presiden, harga premium Rp. 1820,- kemudian terjadi kenaikan 2 kali pada th 2005, th 2008 menjadi Rp. 6000,-, kemudian di tahun yang sama turun 2 kali menjadi Rp. 5000,- dan th 2009 turun lagi menjadi Rp. 4500,-, akan tetapi pada th 2013 terjadi kenaikan yang luar biasa menjadi Rp. 6500,-

ERA JOKOWI

Di awal pemerintahan Jokowi, harga minyak dunia melambung secara signifikan serta adanya kebijakan penghapusan subsidi bensin premium sehinga th 2014 naik manjadi Rp. 8500,-, tapi kemudian pada th 2015 turun menjadi Rp. 7600,-, lalu turun lagi menjadi Rp. 6800,-, ditahun yang sama juga nak lagi Rp. 7300,- kemudian th 2016 turun lagi Rp. 6950,- dan th 2017 turun menjadi Rp. 6550,- s/d sekarang

SOLAR

Era SBY akhir 2014, Rp. 5.500
Era Jokowi, harga sekarang Rp. 5150, berarti turun Rp. 350,-

PERTAMAX

Di akhir era SBY, tahun 2014, Rp. 11300,- dan di era Jokowi s/d Feb 2018 sudah turun beberapa kali dgn harga Rp. 8900,- dan per 1 Juli 2018 naik menjadi Rp. 9500,-

Dia mengungkapkan jika melihat data tersebut bisa melihat kebenaran data yang ada
di era Jokowi premium memang naik Rp. 50,-, tetapi tidak ada subsidi yang mencapai Rp. 200 triliun seperti di era SBY yang membebani APBN.

"Sedangkan solar di era Jokowi lebih murah Rp. 350,- dibandingkan era SBY dan Petramax juga turun Rp. 1800,- dibandingkan dengan era SBY," ucapnya.

Kemudian di Papua harga premium di era SBY mencapai Rp. 60.000,- tapi di era Jokowi Rp. 6550. [rok]

Komentar

Embed Widget

x