Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 September 2018 | 23:37 WIB

Jaksa KPK Bakal Hadirkan Rizal Ramli dan Kwik

Oleh : Ivan Setyadhi | Rabu, 4 Juli 2018 | 09:23 WIB

Berita Terkait

Jaksa KPK Bakal Hadirkan Rizal Ramli dan Kwik
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Dua mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie, bakal dihadirkan dalam sidang lanjutan korupsi kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Kamis (5/3/2018) besok.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, pemanggilan keduanya dalam sidang dibutuhkan untuk membuktikan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsjad Temenggung (SAT).

"Untuk semakin memperkuat dan kepentingan proses pembuktian kasus BLBI," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2018).

Selain dua mantan menteri, Jaksa KPK juga berencana menghadirkan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) 2000-2001 Edwin Gerungan dan Ketua BPPN 2001-2002, I Putu Gede Ary Suta.

Jaksa KPK mendakwa Syafruddin telah merugikan negara sekitar Rp 4,58 triliun dalam penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI untuk pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim. Jaksa juga mendakwa Syafruddin memperkaya pihak lain lewat penerbitan SKL tersebut.

"Kasus BLBI dengan kerugian negara yang sangat besar ini, perlu dikawal bersama. BPK sebagai lembaga negara yang telah melakukan perhitungan kerugian keuangan negara menyimpulkan bahwa ada kerugian negara mencapai Rp4.58T," sebut Febri.
INIlHACOM, Jakarta - Dua mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie, bakal dihadirkan dalam sidang lanjutan korupsi kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Kamis (5/3/2018) besok.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut, pemanggilan keduanya dalam sidang dibutuhkan untuk membuktikan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadapa terdakwa mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsjad Temenggung (SAT).

"Untuk semakin memperkuat dan kepentingan proses pembuktian kasus BLBI," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2018).

Selain dua mantan menteri, Jaksa KPK juga berencana menghadirkan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) 2000-2001 Edwin Gerungan dan Ketua BPPN 2001-2002, I Putu Gede Ary Suta.

Jaksa KPK mendakwa Syafruddin telah merugikan negara sekitar Rp 4,58 triliun dalam penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI untuk pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim. Jaksa juga mendakwa Syafruddin memperkaya pihak lain lewat penerbitan SKL tersebut.

"Kasus BLBI dengan kerugian negara yang sangat besar ini, perlu dikawal bersama. BPK sebagai lembaga negara yang telah melakukan perhitungan kerugian keuangan negara menyimpulkan bahwa ada kerugian negara mencapai Rp4.58T," sebut Febri. [ton]

Komentar

x