Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 22:01 WIB

HUT ke-72, Polri Gelar Syukuran Sederhana 11 Juli

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Senin, 2 Juli 2018 | 13:22 WIB

Berita Terkait

HUT ke-72, Polri Gelar Syukuran Sederhana 11 Juli
(Foto: inilahcom/MY Agam)

INILAHCOM, Jakarta - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) genap berusia 72 tahun pada 1 Juli. Namun, tak ada perayaan yang meriah pada hari ulang tahun ini.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan peringatan ulang tahun Polri yang ke-72 berbarengan dengan tugas pengamanan pilkada serentak membuat pihaknya memutuskan untuk tidak menggelar acara yang meriah. Ia lebih ingin anggotanya fokus untuk pengamanan penghitungan suara pasca Pilkada serentak 27 Juni lalu.

"Saya sendiri sudah mengambil keputusan karena 1 juli 2018 ini tahun ini masih dalam pengkajian proses pilkada di 171 wilayah, anggota kita masih banyak tapi bayangkan di Papua, Kalimantan, Maluku, untuk bawa kotak suara (anggota) jalan kaki," ujar Tito di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).


"Selain itu mengawal lagi penghitungan suara di tingkat TPS di tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, itu bertahap dan ini tidak boleh lepas proses ini. Oleh karena itu, saya tidak ingin pilkada ini jadi terganggu," imbuh Tito.

Tito menjelaskan Pilkada ini merupakan proses demokrasi yang harus dikawal dengan baik akan semua berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, ia tak mewajibkan kepada seluruh jajarannya di wilayah untuk melaksanakan upacara dengan mengumpulkan anggota yang sedang bertugas melakukan pengamanan.

"Proses demokrasi politik Pilkada adalah bagian yang sangat penting bagi bangsa indonesia. Untuk menjamin kelancaran pilkada, kita tidak ingin menganggu anggota-anggota yang bertugas yang masih tersebar untuk melaksanakan upacara," kata Tito


"Oleh karena itu saya instruksikan, bagi yang tidak melaksanakan pilkada dan diperkirakan aman silahkan melaksanakan kegiatan upacara, boleh syukuran, boleh bakti sosial boleh. Prinsipnya adalah harus ada sesuatu untuk mengenang 1 juli," sambung Tito.

Tito menambahkan khusus untuk di Mabes Polri, pihaknya akan menggelar acara yang sederhana yang berpusat di Istora Senayan pada 11 Juli mendatang. Rencananya acara itu akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

"Khusus Mabes Polri karena perwira tinggi sebagian besar juga menjadi asistensi pengawas di pilkada daerah dan juga ada di luar wilayah maka saya memutuskan 1 juli tidak dilaksanakan upacara. Tapi akan ditunda jadi tanggal 11 Juli dalam bentuk sederhana. Ada syukuran juga," pungkas Tito. [rok]

Komentar

Embed Widget
x