Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 08:18 WIB

Curi Kotak Amal Mushola, Bambang Dipukuli

Minggu, 1 Juli 2018 | 21:26 WIB

Berita Terkait

Curi Kotak Amal Mushola, Bambang Dipukuli
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Sidoarjo - Pemuda ganteng bertato di lengan kanannya ini seakan tidak ada kapoknya dalam berbuat mencuri kotak amal di mushola maupun masjid.

Dia adalah Bambang Setiawan (31), warga yang beralamat di Desa Sumber Boncis RT 14 RW 5 Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang yang kost di Kedurus Dukuh Gang II Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya itu kali kedua berurusan dengan aparat Kepolisian.

Kali ini dia kepergok mencuri kotak amal di Mushola Al-Qirom di Jalan Dr. Wahidin Gg IV RT 11 RW 2 Kelurahan Bulusidokare, Kecamatan Sidoarjo Kota. Bapak dua anak ini juga menjadi sasaran bogem warga saat akan mencongkel kotak amal mushola yang berisi uang tunai Rp 700 ribu.

Peristiwa itu berawal saat pelaku mondar-mandir di depan Mushola Al-Qirom. Setelahnya, pelaku masuk mushola, lalu kotak amal tersebut diangkat untuk dipindah ke ruangan perempuan atau di belakang etalase.

Sugiharnoko (61), saksi mata yang rumahnya depan mushola, melihat aksi pelaku dari balik jendela. Setelah dipastikan kotak amal sudah dicongkel, saksi langsung menghampiri pelaku dan meriaki maling.

Sontak pelaku lari dan berhasil ditangkap warga yang ikut mengejar. Pelaku menjadi sasaran amuk warga hingga bagian kepalanya mengucur darah segar. "Syukur pelaku berhasil diselamatkan anggota saat patroli," Kanit Reskrim Polsek Kota Iptu Sukarno kepada wartawan, Minggu (1/7/2018).

Dia menambahkan, pelaku sudah diamankan dan kasunya masih dikembangkan. Dari tangan pelaku diamankan beberapa barang bukti yang diduga untuk melancarkan aksinya.

Di antaranya, sebuah kotak amal berisi uang tunai Rp 707.100, sebuah tas hitam berisi alat-alat seperti sebuah gergaji besi, sebuah tata, satu set kunci L, sebuah kobut, dan empat buah obeng. "Sebuah barang bukti kami sita dan pelaku diamankan untuk proses hukum," tegasnya.

Dalam aksi pencurian kotak amal, pelaku diduga tidak kali ini saja. Melainkan sebelumnya, awal bulan tahun 2018 juga pernah tertangkap warga saat mencuri kotak amal di mushola di Desa Wedoro, Kecamatan Waru. Uang ratusan ribu juga diamankan dari tas pelaku saat itu.

Setelah diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Waru, saat itu isteri pelaku meminta pelaku dibebaskan atau warga Wedoro diminta untuk mencabut berkas laporan melalui Kades Wedoro M. Nafik.

Aparat desa dan warga akhirnya merasa ibah karena alasan isterinya pelaku keluar untuk beli kado hadiah ulang tahun yang akan masuk sekolah. Isterinya menangis di depan aparat desa dan berdalih suaminya khilaf.

Setelah musayawarah antara aparat desa dan warga Desa Wedoro diketahui Polsek Waru, akhirnya proses tidak dilanjutkan dan pelaku membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Kini pelaku harus mendekam di balik jeruji Mapolsek Sidoarjo Kota karena mengulangi perbuatannya. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x