Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 September 2018 | 16:55 WIB

KPUD Sebut PSU di Manukan Berjalan Kondusif

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 1 Juli 2018 | 12:06 WIB

Berita Terkait

KPUD Sebut PSU di Manukan Berjalan Kondusif
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya Purnomo Satriyo Pringgodigdo - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya Purnomo Satriyo Pringgodigdo mengatakan kurang lebih 381 warga Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya harus kembali menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Jatim 2018 di TPS 49 Manukan Kulon, Minggu (1/7/2018) pagi.

"Pelaksanaan PSU sampai saat ini masih kondusif dan petugas kami tampak sangat siap menyelenggarakan PSU," katanya saat meninjau pelaksanan PSU di TPS 49.

Menurut dia, pelaksanaan PSU kali ini merupakan bagian dari tindak lanjut dari rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya terkait adanya pelanggaran, berupa pasangan suami istri (pasutri) berusia lanjut yang melakukan coblos ganda di TPS yang berbeda, yakni di TPS 49 Manukan Kulon dan TPS 09 Manukan Wetan.

Pasutri bernama Kudori (suami) dan Sulichah (istri) itu kontrak rumah di Manukan Kulon dan mencoblos di TPS 49 terdekat, dengan menggunakan formulir C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih) milik tuan rumah.

Kejadian tersebut baru diketahui pada saat tuan rumah yang merasa tidak mendapat C6 mendatangi TPS 49 untuk mencoblos dengan menggunakan KTP elektronik.

Sementara itu, Junaedi, saksi dari Cagub dan Cawagub Jatim Khofifah dan Emil Dardak mengatakan bahwa pelaksanaan PSU yang digelar di TPS 49 hingga saat ini berjalan lancar.

"Coblos ulang sudah mulai pukul 07.00 WIB. Sampai saat ini tidak ada kendala. Warga juga mulai berdatangan menggunakan hak pilihnya," ujarnya.

Komisioner KPU Surabaya Nurul Amalia sebelumnya mengatakan sudah menjadi resiko jika partisipasi menurun saat digelar coblos ulang. "Pengalaman melaksanakan PSU, partisipasi masyarakat selalu menurun," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tandes serta Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 49 yang baru dibentuk akan melakukan sosialisasi ulang kepada masyarakat sekitar.

Ketua Panwaslu Surabaya, Hadi Margo, juga mengatakan pihaknya tetap memproses sesuai UU 10/2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali kota. Selain itu, di TPS terdapat dua saksi dari dua pasangan calon yang mengetahui kejadian tersebut.

"Faktor yang dihitung situasional, ketika fakta berbicara, maka sesuai peraturan ya harus diulang," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, Panwaslu berharap persoalan tersebut tidak dilanjutkan masuk ke ranah pidana menyusul kondisi dari pasutri tersebut selain sudah berusia lanjut. "Juga tidak bisa baca tulis dan kadang-kadang mulai hilang ingatan atau pikun," pungkas Hadi. [beritajatim]

Komentar

x