Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Juli 2018 | 07:25 WIB
 

Coblos Ulang di Manukan

Demokrat Kirim Ketua Fraksi Jadi Saksi TPS 49

Oleh : Happy Karundeng | Minggu, 1 Juli 2018 | 08:34 WIB
Demokrat Kirim Ketua Fraksi Jadi Saksi TPS 49
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Surabaya - Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Surabaya Dedy Prasetiyo mengatakan pihaknya sudah menugaskan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Surabaya Junaedi untuk menjadi saksi pada coblos ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 49 Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Minggu (1/7/2018).

"Karena ini special case (kasus spesial) karena disorot banyak orang, maka kami menempatkan kader terbaik sebagai saksi saat coblos ulang," katanya di Surabaya, Minggu (1/7/2018) .

Selain Junaedi, pihaknya juga menempatkan anggota FPD DPRD Surabaya yang juga mantan Ketua DPRD Surabaya M. Machmud sebagai saksi di tingkat kecamatan.

"Saya dan Bu Ratih (Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Ratih Retnowati) juga akan ke lokasi coblos ulang Minggu (1/7/2018)," ujarnya.

Ia pun meminta semua pihak menghormati proses yang diambil Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya dalam kaitan melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 49 Manukan Kulon.

Untuk itu, lanjut dia, sebaiknya semua pihak menahan diri sampai proses hukum dijalankan dengan baik. Kasus ini lagi ditangani Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) yang terdiri dari Panwaslu, Polri dan Kejaksaan.

"Jangan menuduh siapa pun, hasilnya akan kita ketahui sesuai dengan ketentuan UU," katanya.

Diketahui coblos ulang di TPS 49 dilakukan karena Panwaslu menilai adanya pelanggaran berupa pasangan suami-istri (pasutri) yang melakukan coblos ganda di TPS yang berbeda, yakni di TPS 49 Manukan Kulon dan TPS 09 Manukan Wetan.

Pasutri bernama Kudori (suami) dan Sulichah (istri) itu kontrak rumah di Manukan Kulon dan mencoblos di TPS 49 terdekat dengan menggunakan formulir C6 (surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih) milik tuan rumah.

Kejadian tersebut baru diketahui pada saat tuan rumah yang merasa tidak mendapat C6 mendatangi TPS 49 untuk mencoblos dengan menggunakan KTP elektronik. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget

x