Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 07:43 WIB

BMKG Tingkatkan Kualitas Deteksi Dini Cuaca

Jumat, 29 Juni 2018 | 22:33 WIB

Berita Terkait

BMKG Tingkatkan Kualitas Deteksi Dini Cuaca
Kepala BMKG, Dwikorita - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kerja sama dengan National Oceanic and Atospheric Administration (NOAA) dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas memprediksi cuaca.

Kepala BMKG, Dwikorita menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Jakarta selama dua hari mulai 27-29 Juni 2018 yang diikuti peserta 35 forecaster klimatologi dan 25 forecaster meterologi maritim termasuk dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan BMKG dan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).

"Acara ini sangat bermanfaat karena menghadirkan pakar iklim dan kelautan dari NOAA serta Universitas di Amerika. Sejak 2006 BMKG dan NOAA sudah berkolaborasi dalam observasi Samudera Hindia dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas karyawan BMKG," kata Dwikorita, Jumat (29/6/2018).

Ia menjelaskan pelatihan tahun ini BMKG AUI OCO fokus pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan guna menghasilkan tingkat akurasi prakiraan iklim dan pelayanan cuaca maritim guna memberikan peringatan dini secara cepat dan tepat.

"Oleh karena itu, BMKG secara rutin mengirimkan dua orang staf teknis (Forecaster) untuk melakukan pelatihan selama tiga bulan di kantor NOAA Wasington DC," ujarnya.

Selain analisa dari para karyawan, Dwi mengatakan BMKG juga membutuhkan alat observasi yang canggih karena perubahan iklim global yang mengakibatkan fenomena atmosfer dan ocean sangat cepat berganti. Contohnya musim kemarau namun terjadi hujan badai.

Menurut dia, perubahan cuaca global menuntut BMKG untuk terus melakukan lompatan-lompatan inovasi dan kapasitas daya analisa serta pembaharuan instrument teknologi. Tahun ini, BMKG berhasil melakukan lompatan inovasi prakiraan cuaca.

"Jika sebelumnya presisi untuk ketelitian hanya sampai tingkat kabupaten, maka tahun ini akurasinya bisa hingga tingkat kecamatan," jelasnya.

Menurut dia, pengamatan di Samudera yang dulu menggunakan satelit dan radar cuaca sehingga saat ini ditingkatkan dengan sistem big data dan artificial intelligence supaya dapat menghasilkan data yang lebih akurat untuk 1 tahun kedepan.

"Sedangkan, early warning systme yang semula hanya 3 jam sebelum kejadian menjadi 6 jam sebelum fenomena. Saya berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas alat, sistem dan daya analisa numerik dari para karyawan," tandasnya. [ton]

Komentar

Embed Widget
x