Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 08:15 WIB

Hasil QC PIlgub Jabar Paralel dengan Hasil KPU

Oleh : Ajat M Fajar | Jumat, 29 Juni 2018 | 15:11 WIB

Berita Terkait

Hasil QC PIlgub Jabar Paralel dengan Hasil KPU
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - DIrektur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai hasil Quick Count Jawa Barat 27 Juni 2018 lalu akan parallel dengan real count yang digelar KPUD Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Hal ini didasarkan pengalaman Quick Count pilkada Jabar 2013 yang parallel dengan hasil real count KPU Provinsi pada saat itu.

Qodari mengarakan di tahun 2013 itu sejumlah lembaga survei juga mengadakan QC dan ternyata hasilnya juga mirip satu dengan yang lain. "Itu membantah berita yang tersebar di sosmed bahwa QC lembaga survey di tahun 2013 mengunggulkan pasangan Rieke-Teten Masduki dan berbeda dengan hasil akhir KPU Jabar," ujar Qodari.

Dalam Quick Count Indo Barometer di Jabar 2013 tersebut, misalnya, pasangan Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar unggul dengan perolehan 32,38 persen atas paslon Rieke-Teten yang mendapat 27,18 persen. Selisih mereka sebesar 5,2 persen. Di antara lima lembaga survei, selisih paling besar antara Aher-Demiz dan Rieke-Teten ada pada Lembaga Survei Indonesia yakni 5,84 persen (Heryawan-Mizwar 33,21 persen dan Rieke-Teten 27,37 persen).

Adapun selisih terkecil ada di SMRC 3,31 persen (Heryawan-Mizwar 32,38 persen versus Rieke-Teten 29,07 persen).

Ternyata, hasil quick count di hari pencoblosan itu ternyata mirip dengan hasil akhir real count KPUD Jabar, di mana paslon Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar mendapatkan 32,39 persen suara sedangkan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki mendulang 28,41 persen suara.

Selisih persentase suara kedua paslon adalah 3,98 persen. Adapun selisih suara riil adalah 800.316 suara (Heryawan-Dedy Mizwar 6.515.313 dan Rieke-Teten 5.714.997 suara).

"(untuk Pilgub Jabar 2018) Pertama-tama, hasil QC berbagai lembaga tahun 2018 juga tidak berbeda antar Lembaga," kata Qodari.

Kedua, proyeksi perolehan suara pilkada 2018 untuk masing-masing paslon dan selisih suaranya dapat dihitung berdasarkan pengetahuan mengenai jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPUD Jabar sebelum pilkada, serta tingkat partisipasi dan jumlah suara sah dalam Quick Count (QC) oleh lembaga survei.

Untuk ilustrasi, dalam QC Indo Barometer, tingkat partisipasi pilkada gubernur Jabar 2018 adalah 67,88 persen. Jika dikalikan DPT 2018 31.781.089 orang maka didaptkan angka partisipasi 21.573.003 pemilih.

Di antara angka partisipasi ini ada suara tidak sah 3,01 persen. Sehingga suara sah berjumlah 64,78 persen dari DPT yang jika dikalikan dengan DPT sama dengan 20.616.392 suara.

Jika suara sah 20.616.392 dikalikan perolehan Rindu 32,40 persen didapat suara 6.679.711 orang. Sementara suara Asyik 5.883.918 (28,54 persen dari 20.616.392 suara sah). Selisih Rindu vs Asyik dengan demikian 795.793 suara.

Seberapa parallel suara paslon Jabar dalam hitungan QC dengan real count KPU Provinsi tentunya harus menunggu pengumuman resmi KPU Jabar.

Namun sejauh ini hitungan QC lembaga survey paralel dengan data yang masuk di website KPU dimana 91 persen data masuk asangan Rindu mendapat 33,21 persen (6.671.182 suara), disusul Asyik 28,33 persen (5.691.351), 2DM memperoleh 25,92 persen (5.208.031) dan Hasanah 12,54 persen (2.518.663). Selisih Rindu versus Asyik 4,88 persen (979.831 suara).[jat]

Komentar

Embed Widget
x