Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 26 September 2018 | 12:52 WIB

Bawaslu Rekomendasikan 64 TPS Coblos Ulang

Oleh : Agus Irawan | Kamis, 28 Juni 2018 | 19:43 WIB

Berita Terkait

Bawaslu Rekomendasikan 64 TPS Coblos Ulang
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Mochammad Afifudin - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Mochammad Afifudin mengatakan pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di 64 tempat pemungutan suara (TPS) di 10 provinsi.

Afif mengungkapkan, data Bawaslu RI, Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi pemegang rekor dengan jumlah TPS terbanyak yang mendapat rekomendasi dilakukan PSU dengan 35 TPS.

"Untuk Sultra pegang rekor jumlah TPS yang terbanyak yang Bawaslu lihat harus dilakukan PSU, alasanya karena ada pemilih dari TPS lain dan kotak suara yang tidak disegel," kata Afifudin, Kamis (28/6/2018).

Afifudin menyebutkan untuk urutan kedua ada di Provinsi Sulawesi Utara dengan jumlah 11 TPS yang direkomendasikan dilakukan PSU dengan alasan pembukaan kotak suara satu hari sebelum pemungutan suara. "Kotak suara tidak disegel, dan pencoblosan lebih dari satu," ucapnya.

Selanjutnya, kata Afifudin Provinsi Riau dengan rekomendasi 8 TPS dengan alasan pemilih memilih lebih dari dua kali. " Ada TPS yang kekurangan surat suara sampai 227 lembar, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mencoblos lebih lebih dari satu kali dan terdapat pemilih dari TPS lain," jelasnya.

Selain itu, kata dia, untuk Jawa Timur ada enam TPS yang mendapat rekomendasi untuk PSU. "Alasan surat suara ada yang sudah tercoblos, jumlah surat suara yang digunakan melebihi pemilih yang hadir," paparnya.

Bahkan, ada pemilih dari TPS lain, dan penggunaan hak pilih lebih dari satu kali.

Sementara itu, terdapat kasus unik yang terjadi di Papua dimana ada dua TPS yang terpaksa diberi rekomendasi untuk PSU.

"Alasannya yakni KPPS membawa lari kotak suara beserta isinya, kami tidak tahu apa motifnya, dan alasanya, serta adanya KPPS dan PPS yang coblos lebih dari satu kali," terangnya.

Menurutnya, jika dalam peraturan KPU, PSU akan dilaksanakan tiga hari setelah hari pemungutan suara.

Bawaslu memberikan rekomendasi PSU untuk lima provinsib lain yaitu, Banten dengan 2 TPS dengan alasan penggunaan hak pilih lebih dari satu, Sulawesi Barat dengan satu TPS. " Karena pembukaan kotak suara, dan Kalimantan Tengah 2 TPS, karena terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat," imbuhnya.

Untuk Provinsi Jambi dan NTT masing-masing ada satu TPS yang direkomendasikan untuk dilakukan PSU dengan alasan yang sama dengan Provinsi Kalimantan Tengah. Data tersebut akan masih berkembang terus seiring berjalannya waktu. [ton]

Komentar

x