Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 17 November 2018 | 12:46 WIB

Galang Dana, Gerindra Santai Disebut Bokek

Oleh : Ray Muhammad | Selasa, 26 Juni 2018 | 06:00 WIB

Berita Terkait

Galang Dana, Gerindra Santai Disebut Bokek
Wasekjen DPP Gerindra Andre Rosiade - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Gerindra menyikapi santai soal ucapan PDIP yang menyebut anjuran penggalangan dana untuk perjuangan politik yang dilakukan oleh Ketua Umum Prabowo Subianto menunjukkan pihaknya takut kalah sebelum bertanding.

Wasekjen DPP Gerindra Andre Rosiade mengatakan justru PDIP yang saat ini terlihat panik mencari dukungan dari berbagai pihak untuk kembali mengusung Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Kami santai saja. Kami justru melihat mereka panik meminta dukungan sana-sini. Kami justru positif meminta bantuan masyarakat. Sementara satunya lagi nggak butuh bantuan masyarakat. Butuhnya bantuan dari cukong mungkin," kata Andre kepada INILAHCOM, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Ia menambahkan, ajakan penggalangan ini justru dilakukan Gerindra sebagai bagian dari penampungan aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya pergantian Presiden di 2019. Selain itu, Gerindra pun tak merasa geram disebut kekurangan dana untuk memajukan Prabowo di Pilpres.

"Enggak apa-apa kami dibilang bokek. Penggalangan dana ini justru menunjukkan kalau kami, Partai Gerindra tidak ingin diatur oleh cukong," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan anjuran penggalangan dana untuk perjuangan politik yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berpotensi membebani masyarakat.

Menurutnya, gagasan penggalangan dana ini malah menguntungkan Partai Gerindra yang terkesan takut merugi secara finansial, jika kembali kalah bertarung di Pilpres nanti.

Pasalnya, dengan adanya ajakan penggalangan dana ini sangat terlihat bahwa parpol tersebut sudah takut kalah sebelum bertanding. Namun menurutnya tentu sah-sah saja jika gagasan ini terus dilanjutkan.

"Jadi, belum bertarung sudah takut kalah. Politik memang sarat dengan permainan citra dan persepsi," kata Hendrawan. [rym]

Komentar

Embed Widget
x