Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:47 WIB

PSI Ajak Anak Muda Tangerang Aktif di Pilkada 2018

Oleh : Ajat M Fajar | Sabtu, 23 Juni 2018 | 23:24 WIB

Berita Terkait

PSI Ajak Anak Muda Tangerang Aktif di Pilkada 2018
Juru bicara PSI Mikhail Gorbachev Dom - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anak muda Tangerang sedang menjadi korban kemandulan atau kegagalan kaderisasi Partai Zaman Old yang menghasilkan calon tunggal baik di Kota Tangerang maupun di Kabupaten Tangerang.

Meski begitu juru bicara PSI Mikhail Gorbachev Dom menyerukan bahwa anak muda Tangerang harus berpartisipasi aktif dalam Pilkada 2018. Anak muda tidak boleh menyerah pada demokrasi, sebaliknya anak muda harus terus berharap pada demokrasi.

Untuk saat ini PSI belum bisa mengusung kadernya menjadi calon, namun bukan berarti apatis atau golput. Sebaliknya, meskipun tidak memiliki calon, PSI tetap memiliki tanggung jawab melakukan edukasi politik pada masyarakat.

Kader PSI Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang harus mengajak warga untuk mengenali visi misi calon dan pada tanggal 27 Juni untuk pergi ke TPS dan menggunakan hak pilihnya.

"Kegagalan kaderisasi partai lain kami jadikan cambukan untuk sebaik baiknya melatih kader kami (yang kebanyakan anak muda) tentang politik praktis, dimulai dari aktif dalam Pilkada 2018 ini," ucap juru bicara PSI yang akrab disapa Gorba itu dalam keterangan persenya, Sabtu (23/6/2018).

Gorba mengajak seluruh kader PSI untuk mensukseskan target partisipasi pemilih 77,5 persen se-Indonesia dari KPU Pusat serta 78 persen dari KPU Kota Tangerang dan 80 persen dari KPU Kabupaten Tangerang. Partisipasi pemilih pada Pilgub Banten tahun 2017 hanyalah sebesar 63 persen sangat jauh dari target KPU. Meski begitu partisipasi Kota Tangerang adalah 67,39 persen (tertinggi satu Banten) dan hal ini tidak boleh menurun hanya karena calon tunggal.

Menurut dia, masyarakat harus diajarkan berdemokrasi, yang artinya bertanggungjawab atas pilihan pilihannya, jangan hanya mengeluh di sosial media. Meskipun calonnya tunggal, masyarakat tetap bisa memilih dan nantinya menangih janji kampanye yang tertuang dalam visi misi.

"Demokrasi itu mengajak masyarakat belajar, jika calon tunggal dirasa tidak menyenangkan, besok masyarakat tidak akan mengulanginya kan," katanya.

Pendidikan politik adalah tujuan utama Partai Solidaritas Indonesia dan anak muda menjadi agen agen pendidikan tersebut.[jat]

Komentar

x