Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 21:40 WIB
 

Penggeledahan Rumah Dinas Demiz

Ini Klarifikasi Pemprov Jabar Soal Tudingan SBY

Oleh : - | Sabtu, 23 Juni 2018 | 22:00 WIB
Ini Klarifikasi Pemprov Jabar Soal Tudingan SBY
Deddy Mizwar - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membantah pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengatakan rumah dinas mantan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar digeledah oleh Penjabat (Pj) Gubernur Komjen Mochamad Iriawan.

Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, Dedi Apendi membantah adanya penggeledahan yang dilakukan di rumah dinas Deddy Mizwar.

Menurut dia, rumah dinas Demiz sudah diserahkan kepada Biro Umum pada 14 Februari 2018 dengan berita acara serah terima Nomor Surat 032/04/Um dan sejak itu rumah dinas tersebut kembali dalam penguasaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Yang terjadi sebenarnya adalah saya melaporkan kepada penjabat gubernur dan mengajak beliau melakukan peninjauan terhadap 11 aset yang dikelola Bagian Rumah Tangga pada Kamis lalu. Salah satunya adalah rumah dinas untuk wakil gubernur mendatang," kata Dedi, Sabtu (23/6/2018).

Dedi menjelaskan peninjauan dilakukan ke 11 titik aset yang dikelola Biro Umum Pemerintah Provinsi Jawa Barat, di antaranya Lapangan Gasibu, Gelora Saparua, Gedung Sate, rumah dinas gubernur, rumah dinas wakil gubernur dan aset lainnya.

"Saya harus melaporkan kepada beliau karena kepala daerah adalah pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah sesuai PP No 27/2014 dan Pemendagri No19/2016 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah," ujarnya.

Dedi menambahkan sejak tanggal 14 Februari 2018, Deddy Mizwar telah menyerahterimakan barang-barang inventaris yang digunakannya selama bertugas sebagai wakil gubernur.

Barang inventaris yang diserahterimakan seperti kendaraan dan rumah dinas yang selama ini digunakannya.

"Itu artinya, sejak tanggal 14 Februari rumah dinas Pak Deddy Mizwar sudah disertahterimakan ke Biro Umum Pemprov Jabar. Saya sebagai kepala biro adalah pengguna barang. Saya laporkan pada penjabat gubernur tentang barang yang saya kelola karena beliau adalah penguasa pengelolaan barang milik daerah," tandasnya.[tar]

Komentar

x