Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 18 Juli 2018 | 21:51 WIB
 

Pilkada Jawa Barat 2018

Tingkat Keterpilihan Pasangan Asyik Tertinggi

Oleh : - | Sabtu, 23 Juni 2018 | 19:10 WIB
Tingkat Keterpilihan Pasangan Asyik Tertinggi
Sudrajat-Akhmad Syaikhu - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil survei terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Serentak 2018.

Direktur LKPI, Arifin Nur Cahyono mengatakan hasil survei menempatkan pasangan Sudrajat-Akhmad Syaikhu paling tinggi tingkat keterpilihannya baik dengan metode pertanyaan terbuka maupun tertutup.

Menurut dia, pertanyaan itu dilontarkan kepada 2.178 responden dengan menggunakan simulasi kartu suara dan salah satu pertanyaan terkait siapa yang akan dipilih jika pilkada digelar hari ini.

"Dalam jawaban mereka secara top of mind, maka Sudrajat-Syaikhu dipilih sebanyak 26,2 persen responden," kata Arifin, Sabtu (23/6/2018).

Kemudian, kata dia, pasangan Ridwal KamilUu Ruzhanul Ulum mendapat 21,2 persen disusul pasangan Deddy Mizwar (Demiz)Dedi Mulyadi (Demul) sebanya 20,7 persen.

"Sedangkan, pasangan Tubagus HasanuddinAnton Charliyan dipilih sebanyak 16,2 persen dan yang belum memilih sebanyak 15,7 persen," ujarnya.

Arifin mengatakan ketika responden diminta memilih salah satu pasangan calon di Pilkada Jawa Barat dengan mengunakan simulasi kartu suara, maka setelah dilakukan tabulasi hasil survei didapati sebanyak 30,1 persen memilih Sudrajat-Syaikhu.

Kemudian, sebanyak 25,2 persen memilih pasangan Demiz-Demul. Selanjutnya, sebanyak 22,1 persen memilih pasangan Ridwan-Uu dan yang memilih pasangan Hasanudin-Anton sebanyak 18,2 persen dan yang tidak memilih sebanyak 4,4 persen.

"Ada beberapa poin yang harus dipegang kandidat pasangan calon kepala daerah Jawa Barat, rekam jejak kandidat yang mencalonkan kepala daerah," ujarnya.

Menurut dia, pasangan Ridwan-Uu dianggap memiliki rekam jejak bersih dari kasus dugaan korupsi selama menjadi pejabat negara sebesar 60,3 persen dan 39,7 persen menganggap Ridwan-Uu punya rekam jejak yang kurang baik terhadap dugaan kasus korupsi selama jadi pejabat negara.

"Sementara Sudrajat-Syaikhu sebesar 83,2 persen dianggap punya rekam jejak bersih dari korupsi, Hasanuddin-Anton sebesar 78,2 persen, Demiz-Demul sebesar 82,3 persen," jelasnya.

Sedangkan, dari sisi kompetensi menempatkan Sudrajat-Syaikhu dengan angka 89,2 persen disusul Demiz-Demul sebesar 78,3 persen kemudian Hasanudin-Anton sebanyak 72,1 persen dan Ridwan-Uu sebesar 70,2 persen.

Dari sisi ketokohan, kata Arifi, sebesar 87,2 persen warga Jawa Barat menilai pasangan Asyik memiliki sisi ketokohan, memiliki pengaruh serta berwibawa.

"Sedangkan, pasangan Demiz-Demul sebesar 84,2 persen kemudian Hasanuddin-Anton sebanyak 76,2 persen dan Ridwan-Uu sebesar 68,3 persen," katanya.

Survei dilakukan tanggal 6 -20 Juni 2018 menggunakan Metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error sebesar -/+ 2,1 persen dan Tingkat Kepercayaan Survei 95 persen. Kemudian, survei ini melibatkan 2.178 responden yang tersebar di 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat secara proposional sesuai prosentase DPT di Jawa Barat.[ris]

Komentar

x