Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 24 September 2018 | 04:04 WIB

Pelaku Rakit Petasan dan Obat Nyamuk di Hotel

Jumat, 22 Juni 2018 | 11:25 WIB

Berita Terkait

Pelaku Rakit Petasan dan Obat Nyamuk di Hotel
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Mojokerto - Aksi pembakaran toko pakaian Warna-warni di Jalan KH Ahmad Dahlan tepat berada persis di samping Jalan Majapahit Kota Mojokerto, Kamis (14/6/2018) pekan lalu, berubah skenario. Dari korsleting listrik menjadi menggunakan obat nyamuk dan petasan.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Suhariyono mengatakan, para tersangka sudah melakukan observasi ke toko sebelum aksi pembakaran terjadi. "Namun para pelaku kesulitan sehingga skenario berubah," ungkapnya, Jumat (23/6/2018).

Skenario tersebut berubah dengan menggunakan obat nyamuk dan petasan. Setelah pemilik toko menyetujui skenario baru mereka, mereka kemudian membeli dua bungkus obat nyamuk kemasan kotak, sumbu petasan, plastik bening, tali benang, bensin dan korek api.

"Semua peralatan tersebut mereka beli di pasar tradisional. Kemudian, ketiga tersangka merakit pematik api di dalam kamar hotel di Mojokerto. Sumbu petasan direkatkan secara melingkar mengikuti alur obat nyamuk," katanya.

Tersangka menuangkan bensin ke dalam wadah plastik bening kemudian mengikatnya dan ditaruh di atas sumbu petasan. Sumbu petasan tersebut akan tersulut sesuai nyala obat nyamuk membakar tali ikatan plastik berisi bensin hingga tertumpah.

"Sehingga tumpahan bensin akan tersulut api dari sumbu petasan dan menimbulkan kebakaran. Aksi tersebut dilakukan sehari sebelum lebaran atau saat toko sudah memberikan cuti kepada karyawan," ujarnya.

Ketiga tersangka masuk ke dalam toko menggunakan kunci cadangan yang diperoleh dari pemilik toko melalui tersangka Santoso. Mereka berbagi tugas untuk memasang alat rakitan pemicu api kebakaran. Tersangka Djupri dan Eko Purnomo memasang rakitan obat nyamuk plus sumbu petasan di dalam ruangan toko.

"Mereka mempersiapkan alat rakitan pemicu kabakaran yang diletakkan persis di bawah lemari kaca berisi pakaian di lantai 1. Setelah itu di ruangan lantai 2 yang penuh pakaian dan kain produk garmen berserakan di dalamnya," jelasnya.

Kasat menambahkan, tersangka menyalakan obat nyamuk sebagai timer yang akan membakar sumbu petasan sebagai pemicu kebakaran. Sumbu petasan tersebut diarahkan pada sebuah bungkusan plastik bening berisi bensin.

"Bungkusan bensin itu diikatkan yang nantinya akan tumpah dan meluber hingga menyebar saat sumbu petasan menyala. Sesuai pengakuan tersangka ada dua titik obat nyamuk di lantai 1 dan 2. Mereka kemudian keluar dan menutup rapat-rapat pintu toko," urainya.

Saat terjadi kebakaran tersangka Santoso sudah berada di Stasiun KA Mojokerto berencana akan kembali ke Jakarta menggunakan trasportasi KA Bangunkarta tujuan Stasiun Pasar Senen berangkat pukul 16.39 WIB. Sedangkan dua tersangka Djupri dan Eko Purnomo mengendari mobil.

"Mobil Avanza Toyota Avanza B 1276 URA warna putih dikendarai kedua tersangka menuju ke arah Bekasi. Dan kunci toko dibuang di daerah Brebes oleh kedua tersangka," tegasnya. [beritajatim]

Komentar

x