Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 15:54 WIB

Polisi Gerebek Dua Pabrik Arak di Tuban

Kamis, 21 Juni 2018 | 23:26 WIB

Berita Terkait

Polisi Gerebek Dua Pabrik Arak di Tuban
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Tuban - Jajaran Polsek Semanding, Polres Tuban kembali melakukan penggrebekan dua lokasi pabrik minuman keras jenis arak sekaligus yang kembali nekat beroperasi setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri, Kamis (21/6/2018).

Dua pabrik arak itu berada rumah kontrakan yang ada di Dusun Geneng Wetan, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Yang mana kedua pabrik Arak tersebut merupakan milik Ali Rohmat (44), warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.

Penggrebekan pabrik arak itu berawal saat petugas tim Saber Polsek Semanding bersama Satpol PP Semanding mendapatkan informasi dari masyarakat. Sehingga beberapa anggota langsung melakukan pencarian dan mengintai pabrik arak itu selama beberapa jam untuk memastikan apakah beroperasi atau tidak.

"Ini bukti bahwa kami tidak main-main untuk terus perang terhadap miras di wilayah Kabupaten Tuban. Pelaku ini baru beroperasi sekitar dua minggu dan sudah berhasil kita tangkap," terang AKBP Nanang Haryono, Kapolres Tuban saat berada di lokasi penggrebekan.

Dalam penggrebekan kali ini petugas mengamankan barang bukti arak jadi yang siap untuk diedarkan sebanyak sekitar 500 liter. Dan barang baku untuk arak (Baceman) yang diamankan sebanyak 52 drum yang berukuran 200 liter.

"Setiap hari pelaku ini bisa memproduksi sekitar 200 liter arak. Kalau di jual di sini harganya hanya Rp 25 per botol, tapi kalau dikirim ke Surabaya harganya bisa sampai Rp 100 ribu per botolnya," ungkap perwira menengah kelahiran Kabupaten Bojonegoro itu.

Selain mengamankan barang bukti arak yang siap edar, polisi juga mengamankan peralatan untuk membuat arak itu. Yakni seperti kompor gas, 2 buah dandang dari tembaga, puluhan tabung elpiji serta drum dan peralatan lainnya.

"Untuk pelaku ini berdasarkan pengakuan baru sekali ini. Selanjutnya, pelaku akan langsung kita tahan," tegasnya.

Petugas kepolisian masih terus mengembangkan lebih lanjut terkait pengungkapan dua pabrik arak itu apakah pelaku bekerja sendiri atau tidak. Untuk pelaku produsen miras arak itu dijerat dengan Undang-Undang Pangan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. [beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x