Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 24 September 2018 | 09:45 WIB

Moeldoko Harap Persoalan Urbanisasi Disikapi Arif

Rabu, 20 Juni 2018 | 21:35 WIB

Berita Terkait

Moeldoko Harap Persoalan Urbanisasi Disikapi Arif
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Fenomena urbanisasi saat arus balik usai Lebaran Hari Raya Idul Fitri siklus yang kerap terjadi tapi tetap harus disikapi secara arif agar tidak menjadi beban bagi pemerintah daerah dan jangan juga dihadapi dengan penolakan saja harus ada solusi positif.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko mengakui bahwa urbanisasi bersifat alamiah dan tidak ada aturan yang melarang masyarakat berurbanisasi. Namun, tinggal bagaimana memberi pemahaman kepada masyarakat agar tidak menjadi beban pemerintah.

"Jadi, memaknainya yang arif, jangan seolah-olah urbanisasi membawa malapetaka tapi juga bisa mengisi celah-celah yang kosong yang memang sebagian dari kita masih membutuhkan teman-teman dari daerah," kata Moeldoko, Rabu (20/6/2018).

Menurut dia, hal yang perlu dilakukan adalah mitigasi sesuai pengalaman yang ada guna menyikapi fenomena urbanisasi jangan hanya melalui pendekatan penolakan saja.

Kemudian, Moeldoko mengatakan paradigma berpindahnya masyarakat daerah ke kota sudah tidak lagi didasarkan hanya untuk mengadu nasib. Tetapi, pergerakan ke wilayah kota harus memiliki kepastian dalam pekerjaan dan tempat tinggal.

"Kalau ada kepastian, maka akan ada sebuah pendapatan baru bagi keluarga mereka di desa, itu cukup positif. Tapi, sangat tidak positif apabila pergerakan ke kota tanpa tujuan. Misalnya tidak ada tujuan yang jelas bagaimana kehidupan mereka di kota," ujarnya.

Sementara Guru Besar Sosiologi Universitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto mengatakan fenomena urbanisasi masih akan terus terjadi sepanjang belum tercapainya pemerataan pembangunan termasuk faktor ketimpangan ekonomi antara desa dan kota.

"Mereka melakukan urbanisasi karena adanya selisih upah yang dapat menguntungkan bagi kehidupan keluarga mereka di desa. Misalnya, di desa kerja 8 jam hanya dapat upah Rp20 ribu, di kota bisa mendapat Rp100 ribu. Jadi ada selisih uang yang bisa dikirim ke desa," katanya.

Menurut dia, solusi yang paling efektif untuk menekan angka urbanisasi adalah melakukan pemerataan pembangunan di wilayah desa. Apalagi, program dana desa bisa menjadi kunci upeningkatan pembangunan dan ekonomi di desa.

"Kuncinya adalah pemerataan pembangunan wilayah desa, dana desa juga diharap bermanfaat untuk membuka banyak lapangan kerja baru serta melakukan pemberdayaan masyatakat desa," tandasnya. [ton]

Komentar

x