Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 16 Juli 2018 | 12:09 WIB
 

Pesan Keberagaman dari Kiai di Sumut untuk Djarot

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 18 Juni 2018 | 17:31 WIB
Pesan Keberagaman dari Kiai di Sumut untuk Djarot
(Foto: inilahcom/Dok)

INILAHCOM, Medan - Calon gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat, berjalan sambil menuntun istrinya yang cemas, Happy Farida, karena melangkah di lantai kaca yang berfungsi jadi kolam ikan. Tak lama kemudian, tuan rumah, KH Syech Ali Akbar Marbun datang menyambut.

"Tenang. Ini (lantai, red) kuat," ujar KH Syech Ali Akbar Marbun, saat menyambut kedatangan Djarot dan Farida, Senin (16/8/2018).

KH Syech Ali Akbar Marbun kemudian mengajak Djarot dan Farida berfoto sambil bercerita Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri juga pernah menemuinya di rumah tersebut.

"Ibu Mega (Megawati Soekarno Putri) pun sudah pernah saya ajak foto, ndak apa-apa. Ayo, kita foto bersama," kata ulama yang kerap disapa Tuan Syech, berusaha menenangkan Happy Farida.

Lantai kaca kolam ikan itu berada di luar ruang tamu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. Adapun Happy Farida datang karena mendampingi Djarot menghadiri halalbihalal di kediaman Pendiri sekaligus Pengasuh Pesantren Al Kautsar Al Akbar itu, di Jalan Pelajar No 264 Medan, Sumatera Utara.

Cagub Sumut nomor urut 2 itu memohon doa agar dilancarkan dalam mengikuti debat ketiga pasangan cagub-cawagub Sumatera Utara periode 2018-2023 yang berlangsung Selasa 19 Juni 2018, di Hotel Santika, Medan.

Dalam perbincangan, turut dibahas kelancaran arus mudik setelah pembangunan tol yang digagas Presiden Joko Widodo. Juga mengenai rencana pembangunan asrama putra dan putri di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Tapanuli Selatan, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Sumut.

KH Syech Ali Akbar Marbun menyambut baik kedatangan cagub Sumut yang diusung PDIP dan PPP itu. Tuan Syech mengatakan, jumlah warga beretnis Jawa di Sumut sangat banyak, tapi semuanya hidup akur berdampingan.

"Bahkan pengurus pondok pesantren di sini 90 persen itu orang Jawa. Kami doakan mudah-mudahan semua niat baik pak Djarot dikabulkan Allah SWT," ujar KH Syech Ali Akbar Marbun yang memiliki 3.000-an santri aktif.

Terkait keberagaman di Sumut, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menyampaikan karakter warga Sumut sangat beragam. Menurut dia, meski banyak warga yang memilih kepala daerah atas dasar kedekatan etnis, tapi lebih banyak lagi warga yang memilih pemimpin berdasarkan rekam jejak, serta visi dan misi yang jelas.

Atas dasar itu, peluang Djarot-Sihar cukup besar memenangkan Pilkada Sumut selama konsisten membuktikan bersih dari korupsi dan mampu bekerja terukur.

"Pertimbangan etnis itu tidak terlampau dominan, datangnya kandidat dari luar diharapkan mampu bekerja menyejahterakan warganya," ungkap Adi.[jat]

Komentar

x