Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 11:05 WIB

Doakan Khusus Gus Ipul di Salat Tarawih Terakhir

Oleh : - | Kamis, 14 Juni 2018 | 11:08 WIB
Doakan Khusus Gus Ipul di Salat Tarawih Terakhir
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Magetan - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendapatkan kesempatan istimewa mengikuti salat Tarawih terakhir malam Ramadan di kediaman KH Ubaidillah (Gus Ubaid), tokoh sentral Ma'had Al Fatah Temboro, Megetan.

Salat tarawih di kediaman Gus Ubaid ini sangat khusus, karena hanya diikuti belasan orang dan dilakukan di sebuah ruangan terbuka di dalam pesantren yang memiliki lebih dari 17.200 santri ini.

"Monggo silakan masuk, sudah ditunggu kiai untuk tarawih di kediaman," kata seorang santri mempersilakan ketika Gus Ipul tiba di dalam kompleks pesantren, Rabu (13/6/2018) malam.

Gus Ubaid memimpin sendiri salat Tarawih di malam terakhir Ramadan kali ini. Di Pondok Temboro, sebenarnya salat Tarawih digelar di beberapa titik yang ada di kompleks pesantren yang memiliki puluhan gedung ini.

Seluruh titik yang menggelar tarawih dipimpin seorang imam dengan membaca minimal satu juz surat dalam Alquran. Namun, ada juga yang membaca dua juz karena di malam terakhir ini juga dilakukan untuk menghatamkan Alquran.

Usai tarawih, Gus Ubaid lantas mengajak Gus Ipul shalawatan bersama beberapa santri seniornya. "Mari kita bermunajat, berdoa agar hajat Gus Ipul di malam yang istimewa ini bisa terkabulkan," ujar Gus Ubaid memimpin doa usai salat.

Bagi Gus Ubaid, mantan Ketua Umum GP Ansor ini bukanlah orang baru sehingga setiap berkunjung ke pesantrennya selalu disambut hangat. Begitu juga saat ini, usai salat, Gus Ipul juga diajak mencicipi kopi bikinan santri serta jajanan hangat.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul memuji keberadaan Pondok Temboro. Tidak hanya sebagai pusat dakwah, namun juga menjadi pusat perputaran perekonomian bagi warga sekitar.

Pusat pertokoan yang berjajar di sepanjang jalan menuju pesantren telah menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat sekitar. "Kita bisa melihat betapa besarnya perputaran uang di sini," kata Gus Ipul.

Selain menjadi pusat pendidikan Islam, Temboro juga menjadi jujukan wisata religi. Santri yang datang berasal dari beragam penjuru negeri bahkan mancanegara.

Melalui program seribu desa wisata (Seribu Dewi), Gus Ipul akan mendorong pesantren-pesantren lain yang ada di Jawa Timur juga bisa memanfaatkan datangnya peziarah ke makam atau pesantrennya untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi baru.

"Seribu Dewi tidak hanya wisata alam, tapi juga bisa desa sebagai pusat wisata religi," pungkasnya. [beritajatim]

Tags

Komentar

Embed Widget

x