Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 01:56 WIB

Cak Imin: Setop Caci Maki ke Yahya Cholil Staquf

Oleh : - | Rabu, 13 Juni 2018 | 22:12 WIB
Cak Imin: Setop Caci Maki ke Yahya Cholil Staquf
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Lamongan - Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta masyarakat untuk tidak terjerumus mencaci Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang juga anggota Wantimpres Yahya Cholil Staquf. Karena saling mencaci bukanlah budaya bangsa Indonesia.

Apalagi, kedatangan Staquf ke Israel terkandung maksud yang baik, membela kepentingan bangsa Palestina.

"Apa yang dilakukan Pak Yahya Staquf adalah bentuk keberanian dan nekat pribadinya. Beliau tidak mewakili pemerintah apalagi PBNU. Karena itu kita patut apresiasi apa yang sudah dilakukannya itu. Apalagi, upaya-upaya yang sudah dilakukan berbagai pihak selama ini tak kunjung memberikan hasil," kata Muhaimin usai menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR RI dikalangan Jamaah Masjid Agung Lamongan Jawa Timur, Rabu (13/6/2018).

Cak Imin panggilan akrab Muhaimin menolak kalau dikatakanupaya yang dilakukan Staquf seluruhnya merugikan perjuangan bangsa Palestina. Belum tentu apa yang saat ini dikatakanmerugikan, itu akan seterusnya tidak baik. Bisa saja, yang sekarang tidak baik itu akan mendapat penilaian yang berbeda dimasa depan.

"Sekarang mungkin kurang pas, tetapi dimasa depan siapa yang bisa memastikan. Yang pasti semua yang dilakukan di Palestina selama ini terbukti gagal memberikan hasil optimal, setiap hari selalu jatuh korban, karena itu butuh cara baru agar cita-cita Palestina merdeka bisa segera terwujud," kata Cak Imin.

Ke depan Cak Imin berharap, pemerintah bisa melakukan upaya-upaya yang lebih baik dalam membantu perjuangan Palestina. Terlebih karena saat ini Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Staquf hadir di Israel sebagai pembicara di forum yang diprakarsai American Jewish Committee (AJC) terkait konflik Israel-Palestina. Kehadirannya itu dianggap merugikan perjuangan bangsa Palestina, yang tengah berjuang mendapatkan kemerdekaan dari Israel.[*]

Komentar

Embed Widget

x