Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 21:32 WIB

Nuruzzaman Akui Tak Sejalan Lagi dengan Gerindra

Oleh : Agus Irawan | Rabu, 13 Juni 2018 | 17:16 WIB
Nuruzzaman Akui Tak Sejalan Lagi dengan Gerindra
Mohammad Nuruzzaman - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Wasekjen Gerindra, Mohammad Nuruzzaman mengaku belum terpikir untuk bergabung dengan parpol lain usai mundur sebagai kader partai pimpinan Prabowo Subianto itu.

Namun dirinya tak menepis jika sampai saat ini sudah banyak parpol yang menawarinya untuk bergabung. Akan tetapi, hingga kini dirinya belum tertarik menerimanya.

"Kalau parpol banyak yang nawari masuk, tapi ya biasa saja. Ya salah satunya itu dan ada alasan lain serta beberapa sikap politik yang berbeda dengan pribadi saya," ujarnya, Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Disamping itu, ia juga mempertanyakan sikap Gerindra yang menentang pembubaran ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Sikap ini menjadi alasannya untuk tak lagi sejalan dengan Gerindra.

"Misalnya soal Undang-undang ormas pembubaran HTI. Saya saksi ahli pemerintah untuk membubarkan HTI di sidang PTUN, sedangkan Gerindra menjadi penetang Undang-undang Ormas dan pembubaran HTI," katanya.

Sebelumnya diberitakan, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade mengatakan mundurnya Mohammad Nurzzaman sebagai kader Gerindra karena adanya tawaran maju sebagai calon legislatif dari parpol lain.

"Saya dapat informasi yang dipercaya, Nuruzzaman sengaja mundur dari Gerindra karena ada tawarab parpol lain untuk bergabung dan ditawarkan sebagai caleg, " kata Andre saat dihubungi INILAHCOM, Rabu (13/6/2018).

Ia mengungkapkan Nuruzzaman diakui tidak pernah aktif di Gerindra. "Nuruzzaman tidak pernah aktif di partai Gerindra, tidak mendapat informasi utuh tiba-tiba menyebar hoax, tidak benar partai Gerindra penyebar isu SARA," ungkapnya.

Diketahui, pengunduran diri Mohammad Nuruzzaman dari Gerindra berawal dari cuitan Fadli Zon di Twitter yang menuliskan, "Cuma ngomong begitu doang ke Israel. Ini memalukan bangsa Indonesia. Tak ada sensitivitas pd perjuangan Palestina. Cuma #2019GantiPresiden."

Tags

Komentar

x