Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 05:54 WIB
 

Nuruzzaman Mundur, Ini Kata Gerindra

Oleh : Agus Iriawan | Rabu, 13 Juni 2018 | 10:39 WIB
Nuruzzaman Mundur, Ini Kata Gerindra
Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman, menilai fenomena adanya kader yang berhenti berjuang atau bahkan keluar dan mundur dari gerakan perjuangan adalah hal yang wajar.

"Karena memang perjuangan ini tidak menjanjikan sesuatu yang instan seperti pangkat, jabatan atau kedudukan," kata Habiburohkman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/6/2018).

Habiburohkman menyebutkan yang aneh adalah ketika Nuruzzaman menyebut Jakarta sebagai kota paling intoleran , tidak jelas ukurannya apa.

"Mari kita bandingkan Jakarta dengan belasan kota di Eropa yang melarang penggunaan Jilbab, atau untuk dalam negeri kita bisa bandingkan Jakarta dengan kota dimana ada penggerudugan dengan senjata tajam terhadap tokoh yang dianggap berbeda pendapat," ujarnya.

Dia mengungkap, Jakarta adalah salah satu kota paling toleran di dunia. Aksi Bela Islam yang dengan jutaan massa tidak ada satu rumah ibadah agama lain yang dirusak, bahkan tidak ada satupun umat agama lain yang diganggu hanya karena berbeda agama.

Menurut dia soal tuduhan terhadap Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon yang dianggap berkomentar politis soal Yahya Staquf merupakan tidak tepat.

"Pak Yahya ini diprotes bukan hanya oleh Bang Fadli, tetapi juga banyak tokoh dari partai lain. Bahkan MUI dan PBNU menyatakan kehadiran Pak Yahya disana tidak ada hubungannya dengan organisasi," jelasnya.

Sebelumnya Waketum Muhammad Nuruzzaman mengundurkan diri dari Partai Gerindra karena menanggap Waketum Fadli Zon menghina Sekjen PBNU, ( Katib Aam), Yahya Cholil Staguf atas kunjungan ke Israel. Melalui surat terbuka yang ditunjukkan kepada Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, menjelaskan alasan pengunduran dirinya.

Nuruzaman menuding Gerindra kerap memainkan isu agama (SARA) untuk kepentingan kekuasaan. Tudingan tersebut membuat mundurnya Nuruzaman dari Gerindra. [rok]

Tags

Komentar

 
x