Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:05 WIB

18 Hari, 176 Ribu Polisi Kawal Mudik Lebaran 2018

Oleh : Happy Karundeng | Rabu, 13 Juni 2018 | 03:06 WIB
18 Hari, 176 Ribu Polisi Kawal Mudik Lebaran 2018
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Bagian Penerangan Satuan Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Polri Kombes Yusri Yunus mengatakan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2018 akan dilakukan selama 18 hari.

"Seperti yang sudah disampaikan Pak Kapolri, pengamanan Mudik Lebaran 2018 akan dilakukan selama 11 hari. Dari tanggal 7 Juni 2018 kemarin hingga tanggal 24 Juni 2018 nanti," katanya kepada INILAHCOM, Selasa (12/6/2018).

Ia menegaskan untuk jumlah personel yang diturunkan sebanyak 176 ribu anggota polisi. Anggota ini yang disiagakan. Total ini nanti sesuai kebutuhan akan disebar ke 3.097 pos penanganan, 1.112 pos pelayanan, dan 7 pos terpadu," paparnya.

"Total anggota Se Indonesia 176 ribu. Penambahan atau pengurangan kita lihat nanti, sesuai penempatan posnya nanti aja," ujarnya.

Semantara Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan untuk wilayah hukum Polda Metro Jaya pihaknya menyiagakan 5.200 personel.

"Jumlah personel polisi ada 5.200. Ini gabungan Polda dan Polres. Ini hanya yang di wilayah hukum Polda Metro Jaya," katanya kepada INILAHCOM.

Diberitrakan sebelumnya, Kapolri Jendral Tito karnavian mengatakan pengamanan Operasi Ketupat 2018 akan dilakukan bersama TNI. Setidaknya ada 177 rubu aparat gabungan yang akan diturunkan untuk mengamankan libur lebaran 2018.

"Ada 177 ribu aparat gabungan TNI dan Polri se-Indonesia. Kemudian dari jajaran Pemda masing-masing juga melibatkan beberapa ormas termasuk Pramuka, Banser, dilibatkan dalam kegiatan seperti ini," katanya dalam acara Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2018 di Silang Monas Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Operasi Ketupat Jaya akan dimulai 7 Juni 2018. Ratusan ribu personel gabungan itu akan disebar di titik-titik arus mudik. Operasi Ketupat akan berlangsung selama 18 hari, dan berakhir 24 Juni.

"Titik-titik yang kami anggap rawan macet dan kejahatan itu sudah kami gelar libatkan TNI baik Polri maupun dari jajaran pemda serta segenap kekuatan masyarakat lainnya," kata Tito. [hpy]

Komentar

x