Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 14 Agustus 2018 | 21:37 WIB

Pemulangan Jenazah TKI Jember Buat FTKI NU Galau

Oleh : - | Selasa, 12 Juni 2018 | 22:37 WIB
Pemulangan Jenazah TKI Jember Buat FTKI NU Galau
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jember - Federasi Tenaga Kerja Indonesia Sarikat Buruh Muslimin Indonesia yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama akhirnya berhasil mengurus proses kepulangan jenazah Amintyas Wahyudi (34), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Sumuran, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Besok pagi, jenazah tiba di Bandara Juanda, Surabaya, pukul 09.10 WIB dengan pesawat Malaysia Airline. Berdasarkan surat keterangan dari Kedutaan Besar RI, besok saya sendiri yang harus mengambil jenazah itu di kargo Surabaya, karena berdasarkan surat kuasa dari keluarga minggu lalu seperti itu," kata Sekretaris Jenderal Federasi Tenaga Kerja Indonesia Sarbumusi NU, Mohammad Rosul, Selasa (12/6/2018).

Amintyas bertolak ke Malaysia pada 5 November 2017 tanpa dokumen resmi dan bekerja menjadi petugas kebersihan di salah satu perusahaan otomotif. Dia mengalami sakit pada 20 Mei 2018, dan diantarkan salah satu rekan serumahnya ke rumah sakit Hospital Kuala Lumpur.

Ternyata di sana Amintyas terdeteksi mengalami TBC, sehingga harus dirawat intensif selama tujuh hari. Tanggal 27 Mei dini hari, jam 00.08, dia meninggal. Ketiadaan biaya membuat pemulangan jenazah Amintyas terkatung-katung selama berhari-hari, dan akhirnya diurus oleh FTKI Sarbumusi NU.

Namun belakangan, Rosul dikejutkan dengan perkembangan terbaru proses pemulangan tersebut. Selama proses pengurusan jenazah sebelumnya sama sekali tidak ada campur tangan pemerintah daerah. Nama Rosul pun sesuai dengan keinginan keluarga Amintyas mendapat mandat untuk mengirimkan dan menerima kargo jenazah di tanah air.

Awal pekan ini, Bupati Faida ke Kuala Lumpur dan melunasi biaya rumah sakit Amintyas yang tertunggak. Pemegang kuasa pemulangan jenazah pun kini bukan hanya Rosul, namun ada nama Camat Ajung Slamet Wijoko yang masuk dalam surat yang dikeluarkan Kedutaan Besar RI di Malaysia.
"Nomor suratnya sama dengan nomor surat saya, dan ditandatangani Sekretaris Pertama Konsuler Yulisdiyah K. Nuswapadi," kata Rosul.

Yang membuat Rosul heran, perwakilan keluarga Amintyas diminta ikut menjemput jenazah ke Bandara Juanda oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Padahal, sebelumnya keluarga sudah memasrahkan proses pemulangan itu kepada FTKI NU dan mereka memilih menanti di rumah. "Barusan perusahaan kargo memberitahu ada tambahan nama Camat Ajung Slamet diselipkan (sebagai penerima jenazah) di peti kargo," katanya.

Dengan masuknya nama Camat Ajung Slamet Wijoko sebagai orang yang berhak menerima jenazah Amintyas, membuat Rosul galau. "Saya mau berangkat ke Surabaya juga mau ngapain? Ya sudahlah. Bingung saya mau berangkat atau tidak," katanya.

Namun jika tidak berangkat ke Surabaya menjemput jenazah, Rosul khawatir nama baiknya di mata pemerintah pusat bisa turun. "Kargo itu sebenarnya sudah diselesaikan Kementerian Tenaga Kerja. Kalau saya tidak mengawal kan sama artinya saya tidak bertanggung jawab kepada Kementerian Tenaga Kerja," katanya.

Sementara itu, Camat Ajung Slamet Wijoko membenarkan, jika namanya masuk sebagai salah satu pihak yang berhak menerima kargo jenazah Amintyas.

"Saya membawa surat tugas dari sekretaris pertama konsuler yang menerangkan bahwa jenazah akan diterima oleh Saudara Slamet Wijoko, wakil keluarga. Lalu langsung dibawa ke Jember dan diterima Camat Kaliwates, dan jenazah dimakamkan di Talangsari," katanya.

Slamet mengaku sudah menelepon Rosul. "Ayo kita gabung, wong itu urusan jenazah. Urusan kemanusiaan. Tidak usah siapa yang di depan, siapa yang di belakang. Yang penting jenazah segera dikebumikan, diserahkan ke pihak keluarga. Kalau mau gabung monggo, kami siap," katanya.

Slamet sama sekali tidak keberatan Rosul bergabung. "Monggo kalau mau gabung. Kalau tidak, sepenuhnya tanggung jawab saya mulai dari Bandara Juanda sampai ke Jember," katanya, mengaku mendapat perintah dari Bupati Faida.

Rencananya malam ini jam sembilan Slamet akan berangkat bersama kepala desa, wakil keluarga, dan istri Amintyas ke Juanda bersama satu unit ambulance.[beritajatim]

Tags

Komentar

x