Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 06:37 WIB

Bupati Jember ke Malaysia Urus Jenazah TKI

Selasa, 12 Juni 2018 | 16:57 WIB

Berita Terkait

Bupati Jember ke Malaysia Urus Jenazah TKI
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Jember - Bupati Faida bertolak ke Malaysia untuk mengurusi jenazah Amintyas Wahyudi (34), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Sumuran, Desa Klompangan, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kepulangan jenazah sempat tak terurus.

Amintyas bertolak ke Malaysia pada 5 November 2017 tanpa dokumen resmi dan bekerja menjadi petugas kebersihan di salah satu perusahaan otomotif. Belakangan keluarga mendengar Amintya sakit, dan masuk rumah sakit pada 21 Mei 2018.

Ia meninggal dunia pada 27 Mei 2018. Keluarga kesulitan memulangkan karena tak punya biaya, dan akhirnya diurus oleh Federasi Tenaga Kerja Indonesia Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (FTKI Sarbumusi).

"Supaya tidak bertele-tele, jadi bupati terjun langsung untuk menjemput jenazah itu, termasuk pendanaannya. Dengan terjunnya bupati langsung, ini menunjukkan perhatian negara terhadap kasus seperti ini. Kita berharap hal ini tak terjadi lagi. Tapi seandainya terjadi, bagaimana agar ada perhatian yang sama," kata Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, Selasa (12/6/2018).

Muqit mengatakan, rata-rata TKI berasal dari daerah pinggiran dan jadi korban orang-orang tak bertanggung jawab. "Dinas Tenaga Kerja harus lebih proaktif menyosialisasikan bagaimana proses bekerja ke luar negeri bagaimana, termausk persyaratannya. Kalau ada warga Jember ingin bekerja ke luar negeri hendaknya dibantu dalam mengurusi perizinan, supaya tak menggunakan jalan pintas," katanya.

Namun Muqit berharap TKI yang hendak berangkat ke luar negeri memperhatikan kualitas keterampilan. Selama ini, TKI lebih banyak berprofesi sebagai tenaga kerja kasar.

"Selain itu masyarakat tertipu tekong-tekong tak bertanggung jawab. Sudah banyak terjadi, ketika menggunakan pintu belakang, urusan gaji dengan majikan bermasalah. Ketika bermasalah, sulit untuk diurus," katanya.[beritajatim]

Komentar

Embed Widget
x