Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 14:04 WIB

Urgensi Tim Khusus Polda Sulsel, Ini Kata Polri

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Selasa, 12 Juni 2018 | 13:12 WIB

Berita Terkait

Urgensi Tim Khusus Polda Sulsel, Ini Kata Polri
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Polri membentuk tim khusus untuk menangani kasus-kasus di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan. Ada 5 jenderal yang bertugas di Mabes Polri ditugaskan dalam tim khusus tersebut. Lalu apa urgensi membentuk tim khusus tersebut?

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan tim khusus Polda Sulsel dibentuk karena kerawanan wilayah menjelang Pilkada serentak 2018. Namun, ada beberapa wilayah lain yang juga termasuk dalam kategori rawan.

"Iya (rawan), ada beberapa daerah perlu tim asistensi diantaranya Sulsel," kata Setyo di Mabes Polri, Selasa (12/6/2018).

Setyo mengatakan surat perintah (Sprin) Wakapolri yang beredar di kalangan wartawan soal pembentukan tim khusus Polda Sulsel hanyalah satu diantaranya daerah lain yang juga dibentuk tim khusus. Asistensi dari tim khusus dirasa perlu karena daerah tersebut sudah diletakkan kerawanan Pilkada sejak jauh hari.

"Ada juga (tim khusus di daerah lain), tapi yang suratnya beredar cuma satu," jelas Setyo.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin menjelaskan tim khusus yang dibentuk di Polda Sulsel nyatanya juga berlaku di seluruh Polda di Indonesia. Syafruddin menegaskan tim khusus ini untuk membackup Polda setempat.

"Semua Polda ada backup dari mabes, kita bagi rata ke Polda-Polda," tegas Syafruddin dalam keterangannya, Selasa (12/6/2018).

Melalui surat perintah (Sprin) yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Syafruddin, tim khusus disiapkan untuk pengamanan di wilayah hukum Polda Sulsel. Dalam Sprin itu ada 5 perwira tinggi (PATI) Mabes Polri yang ditugaskan dalam tim khusus ini.

Kelima jenderal itu bertugas sesuai dengan surat perintah dengan dasar 'Rencana Kontinjensi Aman Nusa I-2018 Nomor: R/Renkon/23/I/2018 tentang menghadapi Kontinjens konflik sosial tahun 2018'. [rok]

Komentar

Embed Widget
x