Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 11 Desember 2018 | 04:18 WIB

Pelaku Pelemparan KA Harusnya Ditindak Tegas

Selasa, 12 Juni 2018 | 12:52 WIB

Berita Terkait

Pelaku Pelemparan KA Harusnya Ditindak Tegas
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Masih banyaknya pelemparan batu saat perjalanan kereta api di beberapa titik di Jawa Timur, rupanya menarik perhatian anggota DPD RI, Ahmad Nawardi.

Ia sangat prihatin masih ada pelemparan kereta di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti di Sepanjang, Mojokerto, Tanggulangin, Porong Sengon, Lawang, Pakis aji, dan Ngebruk.

Menurut Nawardi, tindakan seperti ini tidak boleh dibiarkan. Sebab, membahayakan banyak nyawa yang berada dalam kereta api.

"Kami sangat prihatin terhadap pelemparan batu, masyarakat tidak menyadari jika ini sangat berbahaya pada puluhan nyawa. Kami mengimbau seluruh warga masyarakat ikut membantu pemerintah dalam keamanan," kata Ahmad Nawardi, Selasa (12/6/2018).

Selain memberikan himbauan, bagi Nawardi hal itu tidaklah cukup. Bahkan, ia mengatakan perlu adanya penangkapan atau jerat hukum, supaya memberikan efek jera kepada para pelaku pelemparan.

"Masyarakat di sekitar rel apabila melihat hal itu harus dicegah, apabila tidak bisa laporkan pada polisi. Ini penting karena itu sangat berbahaya," katanya.

Sementara itu, saat musim mudik Lebaran tahun ini, ia berharap ada tindakan tegas dari petugas. Namun dia juga masih menyayangkan pelaku-pelaku tersebut rata-rata masih di bawah umur.

"Diantisipasi menjelang mudik ini, benar-benar ditindak dengan tegas, apabila ini anak di bawah umur harus dibina. Ini peran orang tua dan tokoh masyarakat penting, terutama jalur yang disebutkan Humas KA Daop 8 tadi," ucapnya.

Sebelumnya, Manajer Humas PT KA Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan bahwa masih sering terjadi lemparan batu di area perlintasan kereta. "Kami masih sering menerima laporan kereta-kerata kami mendapat lemparan batu di Sidoarjo, Mojokerto, juga Malang, dan rata-rata mereka melempari secara bergerombol," kata Gatut. [beritajatim]

Komentar

x