Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 19 Agustus 2018 | 23:11 WIB

Wartawan Tewas di Lapas Kotabaru, Ini Kata Polri

Oleh : Fadhly Zikry | Senin, 11 Juni 2018 | 22:11 WIB
Wartawan Tewas di Lapas Kotabaru, Ini Kata Polri
(Foto: Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Seorang wartawan media Kemajuan Rakyat Muhamad Yusuf (42 tahun) tewas di Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Kotabaru, Minggu (10/6/2018) kemarin. Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto mengatakan, saat ditahan Yusuf dalam kondisi sehat.

"Saat itu kondisi tersangka masih sehat, laporan ke saya bagus saja semuanya sampai saat pelimpahan," kata Suhasto, Senin (11/6/2018).

Untuk diketahui, Yusuf menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik sebuah perusahaan sawit. Dia merupakan tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kotabaru. Suhasto pun menjelaskan kasus tersebut.

"Itu sudah P21 terkait dengan pencemaran. Kebetulan ini kan ada laporan kemudian laporan itu kita tindak lanjuti. Tapi sebelum kita melangkah lebih jauh, kita sesuaikan dengan MoU antara Kapolri dengan Dewan Pers. Kemudian kita koordinasikan dengan Dewan Pers. Dari bukti-bukti yang ada, alat bukti yang ada sekaligus juga tindakan-tindakan wartawan tersebut di lapangan, seperti mengumpulkan massa, mengarahkan, macam-macam lah," ungkap Suhasto.

Dia pun mencontohkan bukti keterlibatan almarhum dalam kasus tersebut.

"Saya beri contoh begini, jadi almarhum ini pernah buat berita selalu jelek untuk satu perusahaan, ada perusahaan sawit. Tapi itu bunyi beritanya jelek terus. Tapi di lokasi yang sama ada juga perusahaan, untuk perusahaan itu dia menyebutkan contoh perusahaan A membagikan sembako kepada masyarakat yang terdzalim. Semua data-data itu kami serahkan ke Dewan Pers sehingga Dewan Pers yang menilai. Itu kita proses kemudian P21 kemudian kita tahap duakan, pelimpahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan," tuturnya.

Atas kejadian itu, pihaknya juga sudah melakukan auptopsi terhadap Yusuf.

"Sudah dibawa ke RS, sudah dimintakan visum kemudian dicek, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kemudian di RS itu juga memang ada riwayat rekam medisnya. Katanya sakit jantung, sesak nafas. Jadi lapas Kejaksaan sama rumah sakit umum Kotabaru yang saling berhubungan masalah almarhum," tandas Suhasto. [ton]

Komentar

x