Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 06:05 WIB
 

PKS Dukung Jika Prabowo Dorong Anies-Aher di 2019

Oleh : - | Senin, 11 Juni 2018 | 18:22 WIB
PKS Dukung Jika Prabowo Dorong Anies-Aher di 2019
Direktur Pencapresan Tim Pemenangan Pemilu (TPP) DPP PKS, Suhud Alynudin - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Pencapresan Tim Pemenangan Pemilu (TPP) DPP PKS, Suhud Alynudin menilai Anies Baswedan dan Ahmad Heryawan (Aher) sosok yang tepat untuk dicalonkan sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2019.

Suhud menanggapi adanya kabar PKS harus legowo jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengusung Gubernur DKI Anies menjadi calon Wakil Presiden pada 2019. Menurut dia, perjuangan memenangkan Anies di Pilkada DKI melibatkan sumber daya umat yang besar.

Sehingga, perjuangan itu harus dijawab oleh Anies dengan kinerja yang maksimal untuk bangun Ibu Kota Jakarta. Maka dari itu, sangat disayangkan jika masa jabatan Anies yang masih panjang ditinggalkan di tengah jalan demi mengejar kursi calon wakil presiden.

"Jika tawaran dari Gerindra hanya wakil presiden tanggung, karena Anies lebih dibutuhkan di DKI. Berbeda jika tawaran sebagai Capres menggantikan Pak Prabowo, mungkin PKS pun akan setuju. Apalagi jika Anies dipasangkan dengan Aher," kata Suhud, Senin (11/6/2018).

Menurut dia, pasangan Anies-Aher merupakan kombinasi yang kuat karena perpaduan antara figur populer dengan visi kepemimpinan yang kuat dan teknokrat berpengalaman dalam mengelola provinsi besar selama dua periode.

"Saya yakin pasangan Anies-Aher akan mendapat dukungan mayoritas rakyat," ujarnya.

Namun demikian, Suhud mengatakan sampai saat ini belum ada pernyataan resmi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung oleh koalisi PKS dan Gerindra. Sebab, masih banyak kemungkinan yang terjadi dan dalam politik tidak ada yang pasti.

"Meskipun sudah ada kesepakatan, namun belum menjamin akan sesuai harapan masing-masing," jelasnya.

Ia menambahkan PKS tetap berpegang pada keputusan Majelis Syuro untuk mengusung kadernya sebagai maju sebagai calon presiden atau calon wakil presiden pada 2019 mendatang.

"Jika nanti Pak Prabowo tidak mengambil kader PKS sebagai cawapres, tentu kami telah siapkan exit strategy-nya," tandasnya.

Komentar

 
x