Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 08:59 WIB

Membaca Akrobat Politik Amien Rais

Oleh : R Ferdian Andi R | Senin, 11 Juni 2018 | 13:18 WIB
Membaca Akrobat Politik Amien Rais
Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sepak terjang mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tak lekang oleh waktu. Energinya nyaris tak berkurang saat ini maupun saat Orde Baru silam ketika pertama kali menyuarakan suksesi kepemimpinan nasional. Diksi politik Amien Rais selalu memikat dan menusuk inti persoalan. Kini, wacana maju dalam Pilpres 2019 diluncurkan.

Kritik dan koreksi Amien Rais terhadap kepemimpinan Jokowi sebenarnya telah disuarakan sejak pencalonan Jokowi dalam Pilpres 2014 lalu. Kala itu, Amien menyoroti fenomena cyber troops (pasukan dunia maya) yang siap siaga melawan balik siapa saja yang mengritik Jokowi saat menjadi Gubernur DKI Jakarta silam.

Saat Jokowi menjadi Presiden, Amien Rais termasuk tokoh yang konsisten memberi kritik kepada Jokowi. Meski partai yang ia bidani berada dalam koalisi Jokowi, itu tak menghalangi Amien mengkritik pemerintahan.

Kondisi itu sama persis saat pemerintahan SBY-Boediono, Amien Rais salah satu tokoh yang bersuara keras atas skandal keuangan Bank Century. Bahkan, Amien kala itu turut menjadi anggota "Fraksi Balkon" mengikuti sidang Pansus Angket Century di DPR.

Kritik tajam Amien Rais ke Jokowi di era pemerintahan Jokowi-JK sejatinya bukanlah hal yang datang tiba-tiba. Benang merah Amien Rais seorang kritikus pemerintahan telah tertoreh sejak jaman orde baru, hingga era reformasi di berbagai rezim penguasa.

Kritik Amien Rais selalu menggunakan diksi yang tajam dan menusuk jantung persoalan. Simak saja diksi "ngibul" saat mengkritik pembagian sertifikat oleh Jokowi kepada masyarakat. Amien juga menggunakan istilah "hizbullah" dan "hizbus syaitan" dengan merujuk nash al-Qur'an saat mendikotomi kekuatan yang membela Allah untuk melawan kekuatan setan.

Amien Rais juga turut menjadi salah satu pengisi suara lagu #2019GantiPresiden. Saat umroh, Amien Rais bersama Prabowo Subianto dan Riziq Shihab menggelar pertemuan yang menghasilkan dorongan agar membangun koalisi keumatan dalam Pilpres 2019 mendatang.

Energi Amien Rais di usia yang senja tak menyurutkan menjalani takdir sebagai pengkritik pemerintah dari berbagai rezim. "Nanti PAN, kita akan mencapreskan tokoh-tokoh partai kita sendiri. Pertama Zulkifli Hasan, kedua Sutrisno Bachir, ketiga Hatta Rajasa, dan keempat Mbah Amien Rais," ujar Amien, saat buka bersama fungsionaris PAN di kediaman Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada Sabtu (9/6/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Amien menyinggung kenaikan Mahathir Mohamad yang dari sisi usia di atas Amien namun justru memenangkan pemilihan Presiden di Malalysia bulan Mei lalu. Ia bercerita koleganya mendorong dirinya agar tidak berkata tidak untuk maju dalam Pilpres 2019. "Pak Amien jangan pernah mengatakan, never say no," ujar Amien menirukan ucapan sahabatnya.

Kesiapan Amien Rais maju dalam Pilpres 2019 tentu dibaca tidak linier. Kesiapan maju menjadi capres sebagai upaya konsolidasi di internal PAN. Terlebih, tidak hanya Amien yang dimunculkan, tiga mantan ketua umum dan satu ketua umum PAN yang saat ini menjabat juga dinominasikan sebagai Capres 2019 mendatang.

Meski telat, konsolidasi di internal PAN dengan memunculkan mantan Ketua Umum PAN maju dalam pilpres merupakan langkah jitu untuk menyolidkan elektoral di internal PAN yang dalam beberapa riset politik berada di tubir batas ambang keterwakilan parlemen sebesar 4%.

Komentar

x