Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 Juni 2018 | 19:20 WIB
 

SBY Harap Agama Tak Dibenturkan dengan Pancasila

Oleh : Muhammad Yusuf Agam | Sabtu, 9 Juni 2018 | 23:44 WIB
SBY Harap Agama Tak Dibenturkan dengan Pancasila
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bicara soal keadilan sosial. Menurutnya, lewat keadilan sosial bahwa Islam dan Pancasila tak boleh dibenturkan.

"Salah satu dimensi keadilan dalam kehidupan yaitu keadilan sosial. Kita tentu tahu bahwa sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jadi, bangsa Indonesia juga menjunjung tinggi keadilan, termasuk keadilan sosial," kata SBY di JCC, Jakarta Pusat, Sabtu (9/6/2018).

SBY mengatakan sebagai orang Islam dirinya akan patuh terhadap syariat Islam. Sementara soal Pancasila, sebagai anak bangsa wajib menjunjung tinggi nilai Pancasila.

"Saya sebagai seorang muslim, saya menjalankan syariat islam dalam kehidupan saya, namun sekaligus menyangkut dasar negara pancasila dengan sungguh-sungguh berupaya menjalankan sila-sila pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya yakin itu yang ada di dalam hati pikiran saudara saudara saya kaum muslimin dan muslimat," jelas SBY.

SBY lalu menyorot soal keadilan sosial yang dialami Indonesia. Menurutnya, masih ada ketimpangan keadilan sosial di kalangan masyarakat, salah satunya terkait ketimpangan kemiskinan yang masih tinggi.

"Dalam refleksi yang ingin saya sampaikan hari ini, saya ingin langsung menyoroti apa persoalan bangsa yang berkaitan dengan keadilan sosial sekarang ini, dan apa yang harus kita lakukan secara bersama-sama," ujar SBY.

Menurut dia, yang menjadi persoalan saat ini adalah pertama kemiskinan masih yang relatif tinggi, meskipun sejak 2007 terus menurun.

Kedua, ia menyoroti soal ekonomi Indonesia yang dinilai masih naik turun. Meski hal ini juga terjadi di beberapa negara, ia menginginkan ekonomi Indonesia harus semakin membaik setiap tahunnya.

"Kedua, ketimpangan atau kesenjangan sosial ekonomi pada prinsipnya makin meningkat, memang ini tidak hanyaa Indonesia tapi oleh negara-negara lain, pertumbuhan ekonominya menurun" tandasnya.[ris]

Tags

Komentar

 
x