Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 08:02 WIB
 

Lima Lokasi di Tulungagung-Blitar Digeledah KPK

Oleh : - | Sabtu, 9 Juni 2018 | 21:30 WIB
Lima Lokasi di Tulungagung-Blitar Digeledah KPK
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah lima lokasi di Kabupaten Tulungagung dan Kota Blitar, Jawa Timur dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung dan Pemkot Blitar Tahun Anggaran 2018.

"Tadi, dari pukul 09.00 WIB sampai sore dilakukan penggeledahan di dua lokasi di Kabupaten Tulungagung, yaitu rumah pribadi dan kantor Pemkab," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (9/6/2018).

Ia menjelaskan dari dua lokasi itu tim KPK menyita dokumen-dokumen pengadaan di Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Kemudian, secara paralel tim KPK dari pukul 08.30 WIB melakukan penggeledahan di Blitar.

Ada tiga lokasi yang digeledah, yakni rumah Susilo Prabowo yang merupakan pemberi suap dalam kasus itu, kantor Susilo Prabowo dan kantor Pemkot Blitar.

"Penggeledahan masih berlangsung, sejauh ini sejumlah dokumen-dokumen proyek diamankan," ujarnya.

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar bersama empat orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus suap.

Selain Syahri dan Samanhudi, empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka ialah Susilo Prabowo dari swasta atau kontraktor, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Sutrisno, Agung Prayitno dari pihak swasta dan Bambang Purnomo dari pihak swasta.

Untuk perkara di Tulungagung diduga sebagai penerima, yakni Syahri Mulyo, Sutrisno, dan Agung Prayitno. Sedangkan diduga sebagai pemberi, yaitu Susilo Prabowo.

Sementara untuk perkara di Blitar diduga sebagai penerima ialah Muh Samanhudi Anwar dan Bambang Purnomo. Sedangkan, diduga sebagai pemberi yakni Susilo Prabowo.

Sebagai pihak yang diduga pemberi untuk dua perkara, yaitu Susilo Prabowo disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 jo pasal 65 KUHP.

Sedangkan, sebagai pihak yang diduga penerima untuk perkara Tulungagung masing-masing Syahri Mulyo, Agung Prayitno, dan Sutrisno disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, untuk perkara Blitar Muh Samanhudi Anwar dan Bambang Purnomo disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.[ris]

Tags

Komentar

 
x