Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 05:17 WIB
 

Bupati Syahri Mulyo Masih Menghilang

Oleh : - | Sabtu, 9 Juni 2018 | 11:17 WIB
Bupati Syahri Mulyo Masih Menghilang
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Tulungagung - Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi proyek infrastruktur oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tetapi Calon Bupati Tulungagung petahana ini belum diketahui keberadaanya.

Saat mencalonkan diri sebagai Bupati Tulungagung periode 2013-2018, Syahri Mulyo melaporkan harta kekayaannya pada 1 Oktober 2012. Berdasarkan laman KPK, Syahri memiliki total harta kekayaan sebanyak Rp 1.799.520.718. Jumlah tersebut belum dikurangi utangnya sebanyak Rp 654 juta.

Harta tak bergerak yang dimilikinya yaitu berupa satu bidang tanah dan bangunan senilai Rp 789.378.000. Ia juga memiliki aset harta bergerak senilai total Rp 762.500.000.

Harta bergerak itu terdiri dari empat sepeda motor, dua mobil Mercedes Benz, satu Toyota Kijang Innova, dan kendaraan angkutan Hino.

Selain itu, Syahri tercatat memiliki aset berupa pertanian senilai Rp 3 juta, logam mulia senilai Rp 30 juta, dan giro atau setara kas senilai Rp 214.642.718. Syahri saat ini tengah mengambil cuti untuk mengikuti di Pilkada Tulungagung 2018.

Ia maju kembali bersama cawabup yang juga petahana, Maryoto Bhirowo. Pasangan ini diusung oleh koalisi PDIP dan Partai NasDem.

Ditengah pencalonan, Syahri terjerat kasus dugaan korupsi. Dia diduga menerima uang gratifikasi sebesar Rp 1 miliar oleh pengusaha asal Blitar, Susilo Prabowo.

Uang haram ini ditengarai terkait proyek infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas PUPR Tulungagung. Sebelumnya, dia diduga telah menerima uang sebesar Rp 1,5 miliar dari Susilo.

Susilo merupakan pengusaha yang kerap memenangkan proyek-proyek di Tulungagung dari 2014 hingga 2018.

Kasus ini terungkap dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada hari Rabu (6/6/2018). Ketika itu, KPK menangkap Susilo beserta Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno, serta seorang lainnya bernama Agung Prayitno.

Syahri tidak termasuk pihak yang ditangkap KPK. Ia diduga sudah tidak ada di lokasi pada saat akan ditangkap oleh KPK.

Saat ini keberadaan Syahri masih misteri. KPK mengancam akan memasukkan Syahri dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) apabila tidak segera menyerahkan diri seperti Wali Kota Blitar, Mohammad Samanhudi Anwar yang juga terlibat dalam dugaan kasus sama pada proyek pembangunan gedung sekolah. [beritajatim]

Tags

Komentar

 
x