Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 17:15 WIB

Temui Jokowi, Komnas HAM Bahas Kasus HAM Berat

Oleh : Ray Muhammad | Jumat, 8 Juni 2018 | 15:02 WIB

Berita Terkait

Temui Jokowi, Komnas HAM Bahas Kasus HAM Berat
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta Pusat. - (Foto: Inilahcom/Ray Muhammad)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018).

Ahmad mengatakan perrtemuannya hari ini bersama Jokowi membahas penyelesaian berbagai kasus pelanggaran HAM masa lalu. Perkara tersebut antara lain mulai dari kasus 1965-1966, Semanggi I dan II, Talangsari dan lainnya.

"Jadi tadi ada Pak Jaksa Agung (M Prasetyo) juga mendampingi Pak Presiden, Menkumham (Yasonna Laoly), Mensesneg (Pratikno) dan juga KSP Pak Moeldoko. Kami komisioner ada enam orang yg hadir," jelas Taufan.

Ia menambahkan, di awal pembicaraan Komnas HAM mengawalinya dengan memberikan apresiasi kepada Jokowi yang telah memberikan perhatian secara khusus.

"Termasuk sudah mengundang keluarga korban hadir di Istana beberapa hari yang lalu, tapi kami Komnas HAM sekali lagi tetap menekankan bahwa pihak penyidik dalam hal ini Jaksa Agung kami minta untuk segera menindaklanjuti hasil penyelidikan yang sudah dilakukan oleh Komnas HAM. Setelah itu, memutuskan langkah-langkah yang harus diambil oleh Kejaksaan Agung," paparnya.

Adapun sesuai peraturan perundang-undangan, katanya, penyelesaian pelanggaran HAM berat dapat ditempuh melalui pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).

Namun pembentukan KKR dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu, sebagai alternatif bisa diselesaikan dengan membentuk Dewan Kerukunan Nasional (DKN) atau sejenisnya.

"Kemudian ada pernyataan penyesalan atau maaf atas nama negara kepada korban dan seluruh masyarakat Indonesia. Setelah itu kemudian ada upaya rekonsiliasi maupun rehabilitasi terhadap korban maupun keluarganya. Itu yang kami tekankan tadi," tuturnya. [ton]

Komentar

x