Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 05:59 WIB
 

Resonansi Politik Yudi Latif Mundur dari BPIP

Oleh : R Ferdian Andi R | Jumat, 8 Juni 2018 | 15:57 WIB
Resonansi Politik Yudi Latif Mundur dari BPIP
Yudi Latif - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Yudi Latif mengumumkan kemunduran dirinya dari posisi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Keputusan yang mengejutkan banyak orang lantaran sebelumnya muncul polemik soal besaran gaji yang diperuntukan para pengurus BPIP ini.

Fajar Jumat (8/6/2018) belum terbit, di sejumlah grup WhatsApp beredar tulisan Yudi Latif dengan judul "Terima Kasih, Mohon Pamit". Seorang politisi di Senayan yang satu grup WhatsApp dengan Yudi Latif mengcapture posting Yudi untuk meyakinkan tulisan Yudi yang beredar itu benar adanya. "Ini valid, Yudi sendiri yang posting," demikian tulis politisi tersebut.

Untuk menguatkan informasi yang beredat luas tersebut, INILAHCOM menilik akun media sosial milik Yudi Latif yakni Facebook. Yudi memang termasuk tokoh yang memanfaatkan Facebook sebagai wadah menuangkan pokok pikirannya. Sebelum aktif di UKPIP maupun BPIP, Yudi rajin mengunggah tulisan dengan judul "Makrifat Pagi".

Di laman Facebook Yudi, tulisan yang beredar di grup WhatsApp sama persis dengan tulisan yang diunggah Yudi. Ya, terkonfirmasi bila Yudi mengundurkan diri dari BPIP. "Saya mohon pamit. Segala yang lenyap adalah kebutuhan bagi yang lain, (itu sebabnya kita bergiliran lahir dan mati). seperti gelembung-gelembung di laut berasal, mereka muncul, kemudian pecah, dan kepada laut mereka kembali," tulis Yudi.

Mundurnya Yudi seperti bola liar yang berada di tengah lapangan. Alasan kemunduran Yudi masih menyimpan tabir. Tak ada alasan konkret mengapa dia mundur. Spekulasi bermunculan di tengah publik. Mulai soal imbas polemik gaji BPIP yang dikritik khalayak karena jumbo, hingga tudingan Yudi disebut "gelanggang colong playu", keluar dari arena tanggungjawab.

Soal polemik soal besaran gaji BPIP sesaat setelah terbit Perpres No 42 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pimpinan, Pejabat dan Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila telah diteken dan diundangkan pada 23 Mei 2018 lalu.

Dalam Perpres tersebut diatur besaran gaji para pengurus BPIP. Ketua Dewan Pengarah yang diisi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dialokasikan mendapatkan gaji sebesar Rp112.548.000 tiap bulan. Sedangkan untuk Dewan Pengarah, delapan orang yang berada di dalamnya, mendapat gaji sebesar Rp100.811.000 setiap bulan. Yudi Latif sebagai Kepala BPIP mendapatkan gaji Rp76.500.000 per bulan.

Di beranda Facebook Yudi, tak sedikit sahabat-sahabat Yudi mengapresiasi langkah mundur dari posisinya sebagai Kepala BPIP. Seperti ditulis pemilik akun Ali Damanik "Bravo Kang Yudi Latif... Tetaplah menjadi pendar kecendekiaan kritis dan penjaga akal sehat, yang setia bersama rakyat,". Pemilik akun atas nama Karna Kurniawan juga mengapresiasi atas sikap Yudi. "Mundur dari UKPIP-BPIP, salut untuk integritasnya,".

Mundurnya Yudi dari posisi Kepala BPIP tentu secara langsung maupun tidak langsung akan memberi dampak pada kondisi internal Istana. BPIP yang yang merupakan produk politik Presiden Jokowi melalui instrumen Keputusan Presiden, ditinggal oleh sosok yang dari awal memiliki peran penting atas keberadaan lembaga ini. Di sisi lain, kemunduran Yudi Latif dari lingkar dalam Istana merupakan preseden pertama di pemerintahan Jokowi ini.

Spekulasi yang muncul di publik secara kualitatif akan merugikan pihak Istana di tengah suara kritis publik atas sejumlah kebijakan pemerintah. Resonansi politik kemunduran Yudi akan bergerak mengiringi tahun politik yang memang telah hangat menjelang pilkada pada akhir Juni ini dan pendaftaran capres pada Agustus mendatang.

Komentar

 
x