Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 17:11 WIB

Ditanya Uang ke Golkar, Bamsoet Kasih Penjelasan

Oleh : Ivan Sethyadi | Jumat, 8 Juni 2018 | 13:06 WIB

Berita Terkait

Ditanya Uang ke Golkar, Bamsoet Kasih Penjelasan
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo memberikan kesaksian singkat di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (8/6/2018).

Kepada wartawan, Bamsoet, sapaannya, mengaku disinggung soal aliran uang sebesar Rp50 juta ke DPD Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng). Uang itu disinyalir berasal dari proyek pengadaan e-KTP.

"Saya sampaikan bahwa saya selaku anggota DPR, itu tahun 2012, saya sampaikan tidak mengetahui sama sekali soal transfer Rp50 juta itu dan dari mana, dari siapa, motifnya apa," kata Bamsoet di Gedung KPK, Jakarta.

Dirinya sempat ditujukan bukti transfer Rp50 juta kepada DPD Golkar Jateng.
"Tadi ditunjukkan ada bukti transfer ke Jateng dan saya sampaikan saya tidak tahu sama sekali," tuturnya.

Menurut Bamsoet, uang Rp50 juta yang diterima DPD Golkar Jateng itu sudah dikembalikan kepada KPK pada Desember 2017. Bamsoet menyebut pemeriksaan dirinya sebagai saksi dalam kasus e-KTP ini hanya seputar aliran uang tersebut.

"Kemudian dikembalikan, menurut tadi disampaikan, itu Desember 2017 (dikembalikan). Saya tidak tahu sama sekali. Itu pertanyaan sudah setop di situ," katanya.

Bamsoet hari ini diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi dan pengusaha Made Oka Masagung. Terkait kedua tersangka itu, Bamsoet mengaku hanya mengenal Irvanto, yang merupakan pengurus Golkar.

"Saya tidak kenal sama sekali dengan Made Oka. Saya hanya tahu Irvanto karena itu keponakan Pak Nov (Setya Novanto) dan dia pengurus Partai Golkar. Hanya itu aja. Pertanyaan selesai," tuturnya.

Sebelumnya, penyidik KPK telah memanggil sejumlah pengurus DPD Golkar Jateng. Mereka di antaranya, Muhammad Iqbal, Bambang Eko Suratmo, dan Wisnu Suhardono. Pemeriksaan mereka dilakukan untuk mengusut aliran uang proyek e-KTP ke DPD Golkar Jateng. [rok]

Komentar

x