Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 23 Juni 2018 | 19:13 WIB
 

PSI Tolak Tarik Video Pelanggaran HAM Orba

Oleh : Abdullah Mubarok | Sabtu, 2 Juni 2018 | 13:08 WIB
PSI Tolak Tarik Video Pelanggaran HAM Orba
Andy Budiman, caleg sekaligus Ketua Tim Komunikasi PSI (Tengah) - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak untuk meminta maaf dan menurunkan video tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia di era pemerintahan Soeharto, sebagaimana diminta oleh kelompok Cinta Soeharto Sejati (CITOS INDONESIA).

"Kami tidak merasa perlu meminta maaf dan menarik video tersebut," kata Andy Budiman, caleg sekaligus Ketua Tim Komunikasi PSI ,Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Dia menjelaskan isi video tersebut sepenuhnya mengandung kebenaran tentang praktek-praktek pelanggaran HAM di era Orde Baru dan kami membuatnya agar rakyat Indonesia sadar akan masa lalu yang kelam yang tak boleh kita ulang kembali.

Pernyataan PSI itu dilontarkan setelah sehari sebelumnya (1 Juni 2018), CITOS menyatakan akan mensomasi PSI atas video pelanggaran HAM di era Pak Harto tersebut. CITOS menuntut PSI meminta maaf dan menarik video tersebut dari semua platform media sosialnya. Bila tidak, CITOS mengancam akan memperkarakan PSI secara hukum dengan tuntutan pencemaran nama baik Pak Harto.

Dalam konferensi persnya CITOS menuduh PSI secara sengaja dan terencana berusaha melakukan stigmatisasi negatif terhadap pak Harto. Di mata CITOS, video PSI itu bukan hanya berlebihan, tetapi terlalu mendramatisasi dan jauh dari fakta kebenaran.

Andy Budiman menegaskan PSI tidak menyerang Pak Harto secara personal, melainkan praktek-praktek politik yg akhirnya membawa pada jatuhnya Pak Harto pada Mei 1998.

Apa yang disajikan di video tersebut merujuk pada fakta sejarah yang sudah dikenal publik secara luas. "Saya minta CITOS menunjukkan bagian mana dari video kami yang jauh dari kebenaran. Kita diskusikan terbuka saja," ujarnya.

Video yang dipersoalkan CITOS hanyalah satu dari serangkaian video dengan hashtag #Mei98JanganLagi yang khusus diproduksi PSI untuk mengenang 20 Tahun Reformasi di bulan Mei. Sepanjang Mei 2018, PSI setiap hari mengunggah video 1 menit tentang berbagai praktek kotor di masa Orde Baru: pelanggaran HAM, Daerah Operasi Militer, penindasan umat Islam, penculikan aktivis, KKN, pemberangusan pers dan kebebasan berekspresi, BPPC, dan sebagainya.

Andy menyatakan video itu adalah bagian dari upaya pendidikan politik bagi kaum muda yang mungkin terkecoh dengan upaya pembangunan opini bahwa kondisi Orde Baru jauh lebih baik dari kondisi Indonesia setelah menjalani demokratisasi sejak 1998.

"Upaya penyesatan opini ini harus dilawan.Karena itu PSI merasa bertanggungjawab untuk mengingatkan sekaligus menginformasikan tentang kejahatan-kejahatan Orde Baru," pungkasnya.[jat]

Tags

Komentar

 
x