Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 14:08 WIB

Bawaslu Jangan Bereaksi Kekanak-kanakan

Oleh : Ajat M Fajar | Sabtu, 2 Juni 2018 | 12:49 WIB

Berita Terkait

Bawaslu Jangan Bereaksi Kekanak-kanakan
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Polemik pelaporan Bawaslu terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak berlanjut karena dinilai lemah secara hukum.

Bareskim menghentikan pelaporan Bawaslu, karena lemahnya aspek pelaporan Bawaslu. Lantas hal ini juga diperkuat penjelasan Komisioner KPU serta ahli dari UI dan UGM kepada Bareskim, menyatakan bahwa Iklan PSI tidak memenuhi unsur pelanggaran kampanye.

Dengan adanya polemik itu, Indonesia Watch Democracy (IWD) menilai Bawaslu "Kaget Kuasa" dengan berlakunya UU No. 7 tahun 2017 Tentang Pemilu.

Abi Rekso selaku Peneliti IWD mengatakan bahwa Bawaslu tidak perlu merasa lebih berkuasa dari KPU. Jangan merasa "ditikam" oleh KPU. Keputusan KPU bukan tanpa dasar hukum dan preseden pemilu.

"Bawaslu jangan berpolitik antar lembaga penyelenggara pemilu. Lagi pula, keputusan Bawaslu terlihat tergesa-gesa dalam kasus pelaporan Partai Solidaritas Indonesia" papar Abi Rekso, Sabtu (2/6/2018).

Lebih lanjut, Abi mengutip UU No. 7/thn 2017 Pasal 93c, Ayat 3 dan Pasal 96a, tentang wewenang dan tanggung jawab Bawaslu. Dalam pasal 93c/ayat 3 ada fungsi sosialisasi penyelenggaran pemilu, apakah Bawaslu sudah melakukan sosialisasi sehingga tergesa-gesa melaporkan PSI.

"Bawaslu juga potensi melanggar pasal 96a, dimana Bawaslu dituntut adil dalam menjalankan kewenangannya. Jangan cuman berani dengan partai junior, harusnya bawaslu keliling Kabupaten/Kota di Indonesia lagi. Disana bertebar baliho dan surat kabar lokal dari partai-partai senior. Bawaslu kemana aja?" Tegas Abi Rekso.

Sebagai penutup, Abi mengingatkan agar Bawaslu jangan 'Reaksioner Kekanak-kanakan', dan bersikap dewasa dalam memperlakukan kekuasaan dan tak perlu merasa bersaing dengan KPU.[jat]

Komentar

Embed Widget
x