Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 September 2018 | 21:42 WIB

Tonny Mulai Jalani Hukuman di Bandung

Oleh : Ivan Sethyadi | Jumat, 1 Juni 2018 | 09:34 WIB

Berita Terkait

Tonny Mulai Jalani Hukuman di Bandung
Mantan Direktur Jendral Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Direktur Jendral Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung.

Hal itu menyusul perkara suap dan gratifikasi terkait perjanjian dan pengadaan proyek-proyek barang dan jasa di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kemenhub Tahun Anggaran 2016-2017 yang menjerat Tonny telah berkekuatan hukum tetap.

"Benar terpidana Antonius Tonny Budiono (Direktur Jenderal Perhubungan Laut) telah menghuni Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Sukamiskin Bandung Jawa Barat," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (1/6/2018).

Antonius telah divonis 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Pasca putusan itu, Tonny dan penuntut umum KPK tak melakukan upaya banding alias menerimanya.

Eksekusi terhadap Tonny dilakukan oleh jaksa eksekutor pada Kamis kemarin. Sebelum eksekusi, Tonny membayar denda Rp 300 juta.

"Yang bersangkutan juga telah menitipkan uang denda Rp 300 juta tersebut ke rekening penampungan KPK pada Rabu (30/5/2018)," tutur Febri.

Dalam perkara ini, Tonny terbukti menerima uang suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Kementerian Perhubungan dalam kurun waktu 2016-2017 serta gratifikasi selama 2015-2017.

Uang suap senilai Rp 2,3 miliar diterima Tonny dari dari pengusaha Adiputra Kurniawan. Suap kepada mantan Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia IV itu terkait pengerjaan pengerukan empat pelabuhan di sejumlah daerah.

Tonny juga dinyatakan terbutki menerima gratifikasi lebih dari Rp 20 miliar. Gratifikasi itu diterima dalam berbagai mata uang, yakni sebesar Rp5,8 miliar, USD479.700, 4.200 Euro, 15.540 Poundsterling. Kemudian, 700.249 dolar Singapura, 11.212 Ringgit Malaysia, sejumlah uang di rekening Bank Bukopin sebesar Rp 2 miliar serta benda berharga senilai Rp 243,41 juta. [rok]

Komentar

x