Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 25 Juni 2018 | 05:38 WIB
 

Penumpang Lion Air Diturunkan Karena 'Bom Joke'

Oleh : Ivan Setyadhi | Senin, 28 Mei 2018 | 00:35 WIB
Penumpang Lion Air Diturunkan Karena 'Bom Joke'
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Seorang penumpang penerbangan Lion Air dengan nomor JT280 rute Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Kuala Lumpur diturunkan dari pesawat.

Pasalnya, penumpang laki-laki berinisial YS (25) itu bercanda soal bom.

"Lion Air menyampaikan klarifikasi terkait JT280 yang mengalami keterlambatan terbang (delayed) dikarenakan ada gurauan bom dari seorang penumpang laki-laki berinisial YS (25) dengan nomor kursi sesuai boarding pass yaitu 9E," ucap Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, Minggu (27/5/2018).

YS mengatakan kepada penumpang lainnya bahwa ada bom di pesawat ketika dalam proses masuk ke pesawat (boarding). Awak kabin dan beberapa penumpang lainnya mendengar ungkapan YS langsung melapor.

Pilot dan kru pun melakukan prosedur penanganan ancaman bom. Seluruh penumpang, barang bawaan dan kargo, dikembalikan ke terminal keberangkatan untuk dilakukan tahapan pengecekan ulang kembali.

"Hasil pemeriksaan adalah tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain mencurigakan di pesawat, yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan," kata Danang.

Pesawat yang seharusnya lepas landas pukul 11.40 WIB pun terlambat terbang. Pesawat itu terbang pukul 14.15 WIB dan telah tiba di Kuala Lumpur pukul 17.01 waktu setempat dengan membawa 127 penumpang dewasa dan 6 anak-anak.

"Untuk lebih menjamin keselamatan, Lion Air mengganti pesawat pada penerbangan JT280 dari Boeing 737-800NG (B378) registrasi PK-LJV ke Boeing 737-800NG registrasi PK-LOP," kata Danang.

Untuk memberikan kenyamanan penerbangan serta prosedur penanganan penumpang, Lion Air tidak menerbangkan atau menurunkan YS berikut barang bawaannya.

"Lion Air telah menyerahkan YS ke pihak berwenang (kepolisian) bandar udara, dengan didampinngi Avsec Lion Air Group serta Avsec Angkasa Pura II untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut," imbuh Danang.

Komentar

 
x