Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 24 Juni 2018 | 08:14 WIB
 

Pengamat Yakin Pleidoi Aman Bukan Rekayasa

Oleh : Abdulloh Mubarok | Minggu, 27 Mei 2018 | 14:26 WIB
Pengamat Yakin Pleidoi Aman Bukan Rekayasa
Terdakwa kasus dugaan teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Oman Rochman menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di PN Jakarta Selatan - (Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Pernyataan terdakwa kasus terorisme Bom Thamrin, Aman Abdurrahman saat membacakan pledoi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjadi viral.

Pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu menyebut hanya orang sakit jiwa dan tidak paham tuntunan jihad yang melakukan serangan bom di Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Akademisi UIN Jakarta A Bakir Ihsan menilai penyataan aman itu bukanlah suatu bentuk rekayasa atau taktik untuk mendapat hukuman ringan.

Sebaliknya, menurut dia, Aman menunjukkan konsistensi ideologisnya yang menentang penyerangan brutal dengan mengikutsertakan keterlibatan anak-anak.

"Itu (pledoi) semacam petunjuk atau perintah bagi kelompok pro ISIS untuk menghentikan serangan teror. Bahwa mereka salah memahami jihad selama ini," kata Bakir kepada wartawan, Sabtu (26/5).

Menurut Wakil Dekan FISIP UIN ini, banyak pengikut ISIS di Indonesia yang menjadi pengikut ajaran Aman setelah membaca tulisan-tulisannya.

Bahkan, lanjutnya, sebagian mengatakan Aman tidak bertemu langsung dengan pengikutnya yang melakukan aksi teror. "Mereka terpengaruh dari tulisan, tapi semua itu jadi mentah sekarang sehingga mereka ini harusnya insaf," tegasnya.

Ia mengatakan, ada beberapa kejadian terkait serangan bom terhadap gereja yang terindikasi dipengaruhi oleh ajaran Aman Abdurrahman.

Salah satunya, serangan terhadap gereja di Samarinda dan terakhir serangan gereja di Surabaya. "Tapi pledoi itu jadi himbauan terbuka agar pengikut Aman ini jangan lakukan seperti itu lagi," ucapnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan pasca dibacakannya pledoi tersebut para pengikut ISIS yang ada di Indonesia betul-betul mengindahkan ajaran yang disampaikan pimpinannya.

Meskipun di dalam tubuh kelompok pengikut ISIS terdapat friksi, setidaknya, pledoi aman mampu meredam aksi terorisme, terutama yang selama ini terpanggil berjihad melalui rekaman kajian dan tulisan Aman. "Tapi jangan juga hanya terpusat pada kelompok aman. Harus antisipasi juga kelompok lain," pungkas Bakir.

Sebelumnya, dalam tulisan pledoi yang tersebar dan dibacakan, Aman Abdurrahman menyatakan serangan bom terhadap orang kafir, seperti tempat ibadah umat Nasrani, yang tidak mengganggu umat Muslim apalagi dengan melibatkan anak-anak jelas melanggar ajaran Islam.

"Rasul kami mengajarkan bahwa umat Islam yang hidup di negara kafir semacam ini yang berdampingan dengan penduduk yang berlainan agama yang tidak mengganggu atau memerangi kaum Muslimin agar tidak mengganggu umat agama lain itu baik jiwa maupun hartanya," tulis Aman.

Tags

Komentar

 
x