Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 20 November 2018 | 08:16 WIB

Habis Sidang, Pelaku Pencurian Kabur dari PN

Minggu, 27 Mei 2018 | 09:00 WIB

Berita Terkait

Habis Sidang, Pelaku Pencurian Kabur dari PN
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Pekanbaru - Seorang terdakwa kasus pencurian dan pemberatan berhasil dibekuk oleh Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pekanbaru di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Sabtu (27/5/2018) malam.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Aryanto
mengatakan terdakwa yang diketahui bernama Zulham itu lantaran berusaha kabur usai menjalani sidang .

Zulham merupakan terdakwa kasus dugaan pencurian sarang burung walet yang dijerat dengan pasal 363 KUHP. Sebelum kabur, terdakwa sempat menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi yang dipimpim hakim Fatimah, dengan hakim anggota Khamazaro Waruwu dan Riska.

"Dia ditangkap saat berada di rumah orang tuanya di Jalan Rambutan pada Sabru malam," kata Bimo di Pekanbaru, Riau, Minggu (27/5/2018).

Terdakwa, lanjutnya, memanfaatkan kelalaian petugas saat menuruni tangga samping kiri PN Pekanbaru. Kaburnya Zulham embuat panik petugas dari kejaksaan dan kepolisian yang diperbantukan di PN Pekanbaru.

Adapun penangkapan Zulham dilakukan atas koordinasi maksimal antara Polresta Pekanbaru, Jatanras Ditreskrimum Polda Riau serta Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Pihak-pihak aparat itu melakukan pencarian terhadap Zulham selama tiga hari terakhir.

"Penangkapan berawal saat tim gabungan tiga penegak hukum di atas mendapat informasi keberadaan Zulham dari masyarakat. Setelah dapat informasi dari masyarakat, kami langsung bergerak cepat dan alhamdulillah berhasil diamankan kembali," paparnya.

Zulham diketahui kabur usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru pada Kamis (24/5/2018) siang. Saat ini Zulham kembali mendekam di balik jeruji Rutan Kelas II B Pekanbaru atau dikenal Rutan Sialang Bungkuk.

Motif Zulham melarikan diri hingga saat ini masih dalam tahap penelusuran oleh aparat. "Kabarnya karena adanya masalah pada keluarga terdakwa. Namun yang pasti kami masih perlu mendalami motifnya," tandasnya. [tar]

Komentar

Embed Widget
x