Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 21 Agustus 2018 | 10:03 WIB

Politisi Demokrat Ini Ingatkan Jack Lapian

Oleh : Ahmad Farhan Faris | Minggu, 27 Mei 2018 | 08:09 WIB
Politisi Demokrat Ini Ingatkan Jack Lapian
Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon mengingatkan kepada Jack Boyd Lapian yang merupakan kader PDI Perjuangan yang diduga melakukan kebohongan melalui media elektronik.

"Sampai 2 kali @KejaksaanRI menjawab di TL saya #KejaksaanTIDAKBISADirequest untuk menjawab tidak benar atas request @JackBoydLapian lah perkara PRINT-1026/0.1.14/Ep.1/08/2011 masih ada di website Kejagung. Terbukti sudah kamu BOHONG Jack. Bersiaplah. Angin kau tabur badai kau tuai," kata Jansen melalui akun twitternya @jansen_jsp yang dikutip Sabtu (26/5/2018).

Sebelumnya, Jansen sempat menanyakan kepada Kejaksaan Agung RI @KejaksaanRI terkait identitas lengkap Jack Boyd Lapian, karena Jansen mengaku ada kemiripan nama dengan perkara yang ditanganinya.

"Kpd Yth: @KejaksaanRI Berdasar informasi resmi di website anda. Bisakah Kejagung RI memberikan identitas lengkap JACK BOYD LAPIAN yang didakwa Jaksa melakukan PENIPUAN/PENGGELAPAN di perkara PRINT-1026/0.1.14/Ep.1/08/2011 ini. Karena ada KESAMAAN NAMA dengan pelapor di perkara kami," tulis Jansen.

Menurut dia, setiap perkara pidana dan sudah disidangkan tentu hal yang wajar dikonsumsi oleh publik. Sebab, salah satu tujuannya agar masyarakat waspada terhadap seseorang yang terjerat kasus tindak pidana.

"Karena ini perkara pidana dan sudah disidangkan, maka sifatnya sudah TERBUKA UNTUK UMUM. Malah sistem hukum berkeinginan agar identitas pelakunya wajib diketahui publik. Agar masyarakat dapat berhati-hati dengan orang ini. Untuk itu @KejaksaanRI malah wajib membukanya ke Publik," ujarnya.

Namun, Jack Boyd Lapian melalui akun twitternya @JackBoydLapian menanggapi kalau sengaja meminta kepada kejaksaan untuk tidak menghapusnya di website resmi milik Kejaksaan Agung RI.

"Semua orang punya masa lalu. Asmara dengan klien yang 'bypass' langsung ke anak buah saya di EO jadi YUDAS. Masalah sudah clear. Sengaja saya request tidak hapus di website agar semua rekam jejak digital bisa terbuka. Hadapi kasus sekarang saja Bang @LawanPoLitikJKW. Kita berpegang pada hukum," tulis Jack.

Akhirnya, Kejaksaan Agung RI menegaskan tidak bisa diorder atau diminta oleh pihak mana pun karena berdasarkan Undang-undang melakukan tugas secara merdeka.

"Kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang melaksanakan kekuasaan dibidang penuntutan dan kewenangn lain berdasarkan UU yang dilaksanakan secara merdeka (UU No.16/2004 tentang Kejaksaan RI). #KejaksaanTIDAKBISADirequest oleh pihak manapun dan untuk kepentingan apapun. Trims. #KejaksaanRI," tulis akun @KejaksaanRI.

Kemudian, Jack mengucapkan terima kasih kepada admin twitter Kejaksaan Agung RI yang telah memberikan penjelasan. Bahkan, Jack setuju dengan penjelasan kejaksaan.

"Sepakat dengan @KejaksaanRI yang request di shut down siapa. Justru sebaliknya saya bilang bagus biarkan ada di website @KejaksaanRI agar ada rekam jejak saya. Terima kasih Admin @KejaksaanRI. Salam hormat," kata Jack.

Namun, Jansen tetap menyerang Jack Lapian kalau kejaksaan mencantumkan informasi di website resmi bukan atas permintaan dari Jack.

"Haha.. BOHONG anda Jack. Sudah dijawab akun RESMI @KejaksaanRI melalui twetnya dan diberi tagar lagi #KejaksaanTIDAKBISADirequest. Jadi informasi itu dicantumkan BUKAN KARENA PERMINTAAN ANDA. Namun Jaksa memenuhi prinsip hukum pidana: TERBUKA UNTUK UMUM agar publik tahu pelakunya," jelas dia.

Untuk diketahui, Jack Lapian melaporkan Jansen ke Mapolda Metro Jaya dengan tuduhan mencemarkan nama baiknya melalui media elektronik pada Jumat (25/5/2018).

Jack Lapian melaporkan Jansen sebagaimana Nomor TBL/2842/V/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 25 Mei 2018. Kemudian, Jansen dilaporkan dengan sangkaan Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau pasal 311 KUHP.

Jack Lapian melaporkan Jansen karena cuitannya di akun twitter @jansen_jsp sebagai berikut:

"Kpd Yth: @KejaksaanRI Berdasar informasi resmi di website anda. Bisakah Kejagung RI memberikan identitas lengkap Jack Boyd Lapian yang didakwa Jaksa melakukan PENIPUAN/PENGGELAPAN di perkara PRINT-1026/0.1.14/Ep.1/08/2011 ini. Karena ada KESAMAAN NAMA dng pelapor di perkara kami," demikian isi cuitan Jansen.[ris]

Komentar

x